TUGAS MAKALAH MANAJEMEN RESIKO DAN ASUARANSI TENTANG PENGENDALIAN DAN PEMBIYAAN RESIKO
TUGAS MAKALAH MANAJEMEN
RESIKO DAN ASUARANSI
TENTANG PENGENDALIAN
DAN PEMBIYAAN RESIKO
DISUSUN OLEH:
SURA SUARNA : 17612010035
AGUNG CANDRA SUHADA : 17612010006
DODI MAUALANA : 17612010002
AFRIZAL :
17612010043
MARIANUS MINGGU : 17612010018
VIO MONICA : 17612010036
DEBI :
17612010011
ANGGUN SPAUTRA :16612010151
ANISA FAGELA :16612010075
DOSEN PEMBIMBING:ROZA GUSTIKA,SE.MM
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI YAPPAS
TAHUN AJARAN 2019/2020
KATA PENGANTAR
Assalamu'alaikum
Wr.Wb
Segala
puji dan syukur kami ucapkan kepada kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
kesehatan serta kemampuan kepada kami, karena atas rahmat dan hidayah-Nya kami
dapat mengerjakan dan menyelesaikan tugas kuliah Manajemen resiko dan asuransi
yang telah ditugaskan oleh ibuk roza gustika,SE.MM. yang telah membimbing kami
sehingga, kami dapat mengerjakan makalah yang berjudul “PENGENDALIAN DAN
PEMBIAYAAN RESIKO.” tepat pada waktunya.
Dan juga tidak lupa shalawat serta salam kami
haturkan kepada Nabi kita Muhammad SAW. Kami menyadari bahwa makalah yang kami
kerjakan ini masih jauh dari sempurna serta masih begitu banyak kekurangan
didalamnya karena keterbatasan ilmu yang kami miliki , oleh karena itu kami
mengharapkan saran dan juga kritik. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi
kami dan bagi yang membutuhkan.
Simpang tiga ophir,28 september 2019
BAB 1
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Risiko secara umum didefinisikan sebagai potensi
terjadinya suatu peristiwa baik yang diperkirakan maupun yang tidak dapat
diperkirakan dan dapat menimbulkan dampak bagi pencapaian tujuan. Dalam
melakukan suatu aktivitas usaha, akan selalu dihadapi oleh suatu tantangan
risiko, karena apa yang akan terjadi di masa akan datang tidak dapat diketahui
secara pasti. Besarnya tangka kerugian karena risiko yang dihadapi sangat
bervariasi bergantung penyebab dan efek pengaruhnya. Jika saja suatu risiko
sudah dapat diketahui secara pasti bentuk dan besarannya maka tentu saja ini
dapat diperlakukan seperti biaya karena risiko merupakan suatu ketidakpastian
maka akan menjadi suatu masalah penting bagi semua pihak (Mc Neil, 1999). Namun
suatu usaha untuk mengurangi atau memperkecil risiko tetap dapat dilakukan
dengan melakukan suatu pengendalian risiko terhadap ketidakpastian seperti
kecelakaan kerja, bencana alam, perampokan, pencurian dan kebangkrutan
(Muslich, 2007).
Pengendalian risiko merupakan
permasalahan yang sering dilupakan disebabkan peluang terjadinya risiko tidak
dapat langsung diamati secara jelas. Oleh sebab itu diperlukan penerapan
manajemen risiko dalam menjalankan suatu aktivitas usaha, karena sejak
aktivitas tersebut dimulai maka elemen risiko-risiko pun akan muncul. Manajemen risiko merupakan suatu kegiatan
untuk mengenali risiko yang dihadapi oleh sebuah entitas bisnis dan bagaimana
mengontrol risiko tersebut. Tujuan utama manajemen risiko adalah menjaga agar
aktivitas operasional yang dilakukan tidak menimbulkan kerugian yang melebihi
kemampuan entitas bisnis untuk menyerap kerugian tersebut ataupun membahayakan
kelangsungan usahanya. Salah satu elemen risiko yang pasti akan muncul dalam
aktivitas hidup usaha pada suatu entitas bisnis adalah risiko operasional, dan
juga merupakan risiko tertua dan bersifat inheren yang muncul sebelum risiko
yang lainnya (Muslich, 2007).
Kata risiko banyak dipergunakan dalam berbagai pengertian dan sudah biasa
dipakai dalam percakapan sehari-hari oleh kebanyakan orang. Seseorang
menyatakan bahwa ada risiko yang harus ditanggung jika mengerjakan pekerjaan
tertentu. Memahami konsep risiko secara luas, akan merupakan dasar yang
esensial untuk memahami konsep dan teknik manajemen risiko. Oleh karena itu
dengan mempelajari berbagai definisi yang dikemukakan dalam berbagai literatur
diharapkan pemahaman tentang konsep risiko semakin jelas. Menurut Hermanto Darmawi (1997 : 78) ada dua
pendekatan dasar dalam menangani risiko, yaitu : Pengendalian risiko (risk
control) dan Pembiayaan risiko (risk financing). Namun makalah ini khusus
membahas mengenai pengendalian resiko.
Pengendalian risiko dijalankan dengan metode berikut : a. Menghindari
risiko b. Mengendalikan kerugian c. Pemisahan d. Kombinasi atau pooling e.
Pemindahan risiko. Di makalah ini akan dibahas lebih lanjut mengenai metode
yang dijalankan dalam pengendalian resiko.
B. Rumusan Masalah
1)
Bagaimana yang dimaksud dengan
menghindari resiko dalam pengendalian resiko?
2)
Bagaimana yang dimaksud dengan
mengendalikan kerugian dalam pengendalian resiko?
3)
Bagaimana yang dimaksud dengan
pemisahan dalam pengendalian resiko?
4)
Bagaimana yang dimaksud dengan
kombinasi atau pooling dalam pengendalian resiko?
5)
Bagaimana yang dimaksud dengan
Pemindahan risiko dalam pengendalian resiko?
6)
Bagaimana Analisis Kerugian Dan
Hazard dalam pengendalian resiko?
C. Tujuan Penulisan
Tujuan kami membuat makalah ini tidak semata-mata
hanya untuk menyelesaikan tugas mata kuliah Manajemen Resiko, melainkan kami
juga ingin mengetahui lebih luas tentang bagaimana cara untuk mengendalikan
resiko yang sedang terjadi.
D.
Manfaat
Penulisan
Adapun manfaat penulisan makalah ini
adalah :
1. Bermanfaat
sebagai proses pembelajaran dan menambah wawasan mengenai
Manajemen Resiko
2. Bermanfaat
sebagai pembelajaran dalam mengendalikan resiko yang sedang dihadapi
BAB 2
PEMBAHASAN
1.
Menghindari
Risiko
Salah satu cara menghindari risiko murni adalah menghindari harta, orang
atau kegiatan dari exposure terhadap risiko dengan jalan : Menolak,
memiliki, menerima atau melaksanakan kegiatan yang mengandung risiko, walaupun
hanya sementara.
Karakteristik
dasar penghindaran risiko adalah dengan Keadaan yang mengakibatkan tidak adanya
kemungkinan untuk menghindari risiko, di mana makin luas pengertian risiko yang
dihadapi akan makin besar ketidakmungkinan untuk menghindari.
Salah satu cara mengendalikan suatu risiko murni
adalah menghindari harta, orang, atau kegiatan dari exposure terhadap risiko
dengan jalan :
1.
Menolak memiliki, menerima atau melaksanakan kegiatan itu walaupun hanya untuk
sementara.
2. Menyerahkan kembali risiko yang terlanjur diterima, atau segera menghentikan kegiatan begitu kemudian diketahui mengandung risiko. Jadi menghindari risiko berarti menghilangkan risiko itu.
2. Menyerahkan kembali risiko yang terlanjur diterima, atau segera menghentikan kegiatan begitu kemudian diketahui mengandung risiko. Jadi menghindari risiko berarti menghilangkan risiko itu.
Beberapa karakteristik penghindaran risiko
seharusnya diperhatikan :
1.
Boleh jadi tidak ada kemungkinan menghindari risiko, makin luas risiko yang
dihadapi, maka makin besar ketidamungkinan menghindarinya, misalnya kalau ingin
menghindari semua risiko tanggung jawab, maka semua kegiatan perlu dihentikan.
2.
Faedah atau laba potensial yang bakal diterima dari sebab pemilikan suatu
harta, memperkerjakan pegawai tertentu, atau bertanggung jawab atas suatu
kegiatan, akan hilang, jika dilaksanakan pengendalian risiko.
3.
Makin sempit risiko yang dihadapi, maka akan semakin besar kemungkinan akan
tercipta risiko yang baru, misalnya menghindari risiko pengangkutan dengan
kapal dan menukarnya dengan pengankutan darat, akan timbul risiko yang
berhubungan dengan pengangkutan darat.
Implementasi dan Evaluasi hasilnya. Untuk
mengimplementasikan keputusan penghindaran risiko, maka harus diadakan
penetapan semua harta, personil, atau kegiatan yang menghadapi risiko yang
ingin dihindarkan tersebut. Dengan dukungan pihak manajemen puncak, maka
manajer risiko seharusnya menganjurkan policy dan prosedur tertentu yang harus
diikuti oleh semua bagian perusahaan dan pegawai.
Penghindaran risiko dikatakan berhasil jika tidak ada terjadi kerugian yang disebabkan risiko yang ingin dhindarkan itu. Sesungguhnya metode itu tidak diimplementasikan sebagaimana mestinya, jika ternyata larangan-larangan yang telah diinstruksikan itu ternyata dilanggar walau kebetulan tidak terjadi kerugian.
Penghindaran risiko dikatakan berhasil jika tidak ada terjadi kerugian yang disebabkan risiko yang ingin dhindarkan itu. Sesungguhnya metode itu tidak diimplementasikan sebagaimana mestinya, jika ternyata larangan-larangan yang telah diinstruksikan itu ternyata dilanggar walau kebetulan tidak terjadi kerugian.
2. Mengendalikan Risiko ( Pengendalian Kerugian )
Pengendalian kerugian dijalankan dengan :
1. Merendahkan kans (chance) untuk terjadinya kerugian.
2. Mengurangi keparahan jika kerugian itu memang terjadi.
Kedua tindakan itu dapat diklasifikasikan dalam berbagai cara :
– Tindakan pencegahan kerugian atau tindakan pengurangan
kerugian.
– Menurut sebab kejadian yang akan dikontrol.
– Menurut sebab kejadian yang akan dikontrol.
3. Menurut lokasi daripada kondisi-kondisi yang akan
dikontrol.
4. Menurut timing-nya.
Pengendalian kerugian menurut sebab-sebab terjadinya
Secara tradisional tekhnik pengendalian kerugian
diklasifikasikan menurut pendekatan yang dilakukan :
1. Pendekatan engineering
Pendekatan engineering menekankan
kepada sebab-sebab yang bersifat fisikal dan mekanikal misalnya memperbaiki
kael listrik yang tidak memenuhi syarat, pembuangan limbah yang tidak memenuhi
ketentuan, konstruksi bangunan dan bahan dengan kualitas buruk dan sebagainya.
2. Pendekatan hubungan kemanusiaan (
human relations )
Pendekatan human ralation menekankan
sebab-sebab kecelakaan yang berasal dari faktor manusia, seperti kelengahan,
suka menghadang bahaya, sengaja tidak memakai alat pengaman yang diharuskan,
dan lain-lain faktor psikologis.
Pengendalian Kerugian Menurut Lokasi
Tindakan pengendalian risiko dapat
pula diklasifikasikan menurut lokasi daripada kondisi yang direncanakan untuk
dikendalikan. Dr. Haddon menegaskan bahwa kemungkinan dan keparahan kerugian
dari kecelakaan lalu-lintas tergantung atas kondisi-kondisi dalam :
1. Orang yang mempergunakan jalan
2. Kendaraan
3. Lingkungan umum jalan raya yang
melingkupi faktor-faktor seperti desain, pemeliharaan, keadaan lalu lintas, dan
praturan. Konsep Haddon ini dapat diperluas pemakaiannya untuk bentuk kerugian
lain, misalnya :
Kerugian Lokasi
Kerusakan kebakaran terhadap
bangunan Orang yang menggunakan bangunan itu, dan masyarakat di sekitarnya.
Tanggung – gugat produk Pemakai produk, pembuat produk-produk itu dan
lingkungan hukum.
Pengendalian
Menurut Timming
Pendekatan
ini mempertanyakan apakah metode itu dipakai : 1. Sebelum kecelakaan.
2. Selama
kecelakaan terjadi.
3. Sesudah
kecelakaan itu.
Klasifikasi
ini telah dipergunakan juga sebagai kriteria untuk membedakan antara
minimization dan salvage. Tindakan pencegahan kerugian (berdasarkan definisi)
semuanya dilaksanakan sebelum kejadian.
3. Pemisahan
Yang
dimaksud dengan pemisahan disini ialah menyebabkan harta yang menghadapi risiko
yang sama, menggantikan penempatan dalam satu lokasi.
Misalnya
jika banyak mempunyai truk, maka tindakan pemisahan dilakukan dengan
menempatkannya dalam beberapa pool yang berlainan, menempatkan barang
persediaan tidak dalam satu gudang saja, tapi dipisahkan dalam dua atau lebih.
Maksud pemisahan ini adalah mengurangi jumlah kerugian untuk satu peristiwa.
Dengan menambah banyaknya independent exposure unit maka probabilitas
kerugian-harapan diperkecil. Jadi, memperbaiki kemampuan perusahaan untuk
meramalkan kerugian yang akan dialami.
4.
Kombinasi atau Pooling
Kombinasi
atau Pooling menambah banyaknya exposure unit dalam batas kendali perusahaan
yang bersangkutan, dengan tujuan agar kerugian yang akan dialami lebih dapat
diramalkan, jadi risiko dikurangi.
Salah satu
cara perusahaan mengkombinasikan risiko adalah dengan perkembangan internal.
Misalnya, perusahaan angkutan memperbanyak jumlah truknya ; satu perusahaan
merger dengan perusahaan lain ; perusahaan asuransi mengkombinasikan risiko
murni dengan jalan menanggung risiko sejumlah besar orang atau perusahaan.
5.
Pemindahan Resiko
Pemindahan risiko dapat dilakukan dengan tiga cara :
1. Harta milik atau kegiatan yang menghadapi risiko dapat
dipindahkan kepada pihak lain, baik dinyatakan dengan tegas, maupun berikut
dengan transaksi atau kontrak.
Contoh : Perusahaan yang menjual salah satu gedungnya,
dengan sendirinya telah memindahkan risiko yang berhubungan dengan pemilikan
gedung itu kepada pemilik baru. Ada perusahaan yang menyerahkan sebagian
kegiatan perusahaan kepada kontraktor, dengan tujuan untuk memindahkan segala
risiko yang berhubungan dengan pekerjaan itu.
2. Risiko itu sendiri yang dipindahkan.
Contoh : Pada suatu kasus persewaan gedung, penyewa mungkin
sanggup mengalihkan kepada pemilik berkenaan tanggung jawab kerusakan gedung
karena kealpaan si penghuni. Contoh yang dikemukakan diatas transfree memaafkan
transfertor dari tanggung jawab, karena itu exposure itu sendirilah yang
dihilangkan.
3. Suatu risk financing transfer menciptakan suatu loss
exposure untuk transferee. Pembatalan perjanjian itu oleh transferee dapat
dipandang sebagai cara ketiga dalam risk control transfer. Dengan pembatalan
itu, transferee tidak bertanggung jawab secara hukum untuk kerugian yang semula
ia setujui, untuk dibayar.
6. Analisis
Kerugian Dan Hazard
Pengendalian risiko dilakukan dengan identifikasi dan
analisis terhadap:
1. Kerugian-kerugian
yang telah terjadi.
2. Hazard yang menyebabkan
sutau kerugian atau yang mungkin menyebabkannya di masa mendatang.
Analisis
Kerugian
Supervisor
Lini :
a.
Menilai kinerja pada manajer lini.
b.
Mengevaluasi operasi perusahaan,
sehingga dapat menetapkan operasi mana yang perlu dibetulkan.
Data Statistik :
a. Perbandingan
antara pengalaman perusahaan sendiri dengan perusahaan lain atau perusahaan
secara umum.
b.Pengetahuan
tentang karakteristik setiap peril, sifat peril, sifat dan luasnya kerugian
bulan-hari-jam terjadinya peril, karyawan/supervisor yang tersangkut, hazard
atau peristiwa yang melatar belakngi peril.
Analisis Hazard
Hazard yang telah mengakibatkan terjadinya peril, hazard yang mungkin akan muncul, hazard dari pengalaman perusahaan lain atau pengalaman dari
perusahaan asuransi.
- Checklist
- Fault tree analysis
Menentukan Kelayakan Ekonomis :
- Kerugian
yang timbul karena peril
- Biaya
pengendalian risiko
Pemisahan Kombinasi atau Pooling Pemindahan Risiko
- Harta
milik atau kegiatan yang menghadapi risiko dipindahkan kepada pihak lain,
yang dinyatakan dengan tegas dengan berbagai transaksi atau kontrak.
- Risikonya
sendiri yang dipindahkan.
BAB 3
PENUTUP
PENUTUP
Kesimpulan
Pengendalian
risiko merupakan permasalahan yang sering dilupakan disebabkan peluang
terjadinya risiko tidak dapat langsung diamati secara jelas. Oleh sebab itu
diperlukan penerapan manajemen risiko dalam menjalankan suatu aktivitas usaha,
karena sejak aktivitas tersebut dimulai maka elemen risiko-risiko pun akan
muncul. Manajemen risiko merupakan suatu
kegiatan untuk mengenali risiko yang dihadapi oleh sebuah entitas bisnis dan
bagaimana mengontrol risiko tersebut.
Pengendalian
risiko dijalankan dengan metode berikut : a. Menghindari risiko b.
Mengendalikan kerugian c. Pemisahan d. Kombinasi atau pooling e. Pemindahan
risiko. Pengendalian risiko dilakukan dengan identifikasi dan analisis
terhadap: 1. Kerugian-kerugian yang telah terjadi. 2. Hazard yang
menyebabkan sutau kerugian atau yang mungkin menyebabkannya di masa mendatang.
Saran
Dalam
pengendlian resiko sebaiknya menjalankan 5 metode yaitu menghindari resiko,
Mengendalikan kerugian, Pemisahan, Kombinasi atau pooling, dan Pemindahan
risiko. Sehingga resiko yang sdang terjadi bisa dikendalikan dengan baik dan
secara manajemen.
Comments
Post a Comment