MAKALAH PEREKONOMIAN INDONESIA
MAKALAH
PEREKONOMIAN INDONISIA
“
LIBERALISASI DAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL DI BIDANG KONTRUKSI”
DISUSUN
OLEH
KELOMPOK
III :
DEBI (17612010011)
DODI
MAULANA (17612010002)
IRA
SANTIKA (17612010015)
NIA
KURNIATI (17612010080)
YOSSI
YUNITA (17612010041)
DOSEN
PENGAMPU :
FAUZAN
BUR SE,.M.SI
SEKOLAH
TINGGI ILMU EKONOMI
YAYASAN
PENDIDIKAN PASAMAN
TAHUN
2019 / 2020
KATA
PENGANTAR
Dengan segala puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa,
atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada kami, sehingga dapat
menyelesaikan makalah yang berjudul:
“ LIBERALISASI DAN PERDAGANGAN INTERNASIONA DI BIDANG KONTRUSI”
Kami menyadari bahwa didalam
pembuatan makalah ini berkat bantuan dan tuntunan Tuhan Yang Maha Esa dan tidak
lepas dari bantuan berbagai pihak untuk itu dalam kesempatan ini kami
menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua
pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini.
Kami menyadari bahwa dalam proses
penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, baik materi maupun cara
penulisannya. Namun demikian, kami telah berupaya dengan segala kemampuan dan
pengetahuan yang dimiliki sehingga dapat selesai dengan baik dan oleh
karenanya, kami dengan rendah hati dan dengan tangan terbuka menerima kritik
dan saran yang membangun dari teman-teman serta bapak bidang studi sangat kami
harapkan demi untuk mencapai kesuksesan masa depan nanti.
DAFTR ISI
Daftar
isi
Kata
pengantar
BAB I PENDAHULUAN
1.
Latar
belakang…………………………………………………………………………
2.
Rumusan
masalah………………………………………………………………………
3.
Tujuan………………………………………………………………………………….
BAB II PEMBAHASAN
1.
Pengertian
kontuksi……………………………………………………………………
2.
kontruksi di indonesia……………………………………………………………........
3.
Jenis jenis ontrusi
kontruksi……………………………………………………………..
4.
Tahapan proyek kontrusi………………………………………………………………
5.
Fator
pendorong..................................................................................................
BAB III PENUTUP
1.
Kesimpulan……………………………………………………………………………
Daftar pustaka
BAB I
PENDAHULUAN
1.latar
belakang
Dalam konteks perekonomian suatu negara, salah satu wacana yang
menonjol adalah mengenai pertumbuhan ekonomi. Meskipun ada juga wacana lain
mengenai pengangguran, inflasi atau kenaikan harga barang-barang secara
bersamaan, kemiskinan, pemerataan pendapatan dan lain sebagainya. Pertumbuhan
ekonomi menjadi penting dalam konteks perekonomian suatu negara karena dapat
menjadi salah satu ukuran dari pertumbuhan atau pencapaian perekonomian bangsa
tersebut, meskipun tidak bisa dinafikan ukuran-ukuran yang lain. Wijono (2005)
menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator kemajuan
pembangunan.
Ketika
perdagangan internasional menjadi pokok bahasan, tentunya perpindahan modal
antar negara menjadi bagian yang penting juga untuk dipelajari. Sejalan dengan
teori yang dikemukakan oleh Vernon, perpindahan modal khususnya untuk investasi
langsung, diawali dengan adanya perdagangan internasional (Appleyard, 2004).
Ketika terjadi perdagangan internasional yang berupa ekspor dan impor, akan
memunculkan kemungkinan untuk memindahkan tempat produksi. Peningkatan ukuran
pasar yang semakin besar yang ditandai dengan peningkatan impor suatu jenis
barang pada suatu negara, akan memunculkan kemungkinan untuk memproduksi barang
tersebut di negara importir. Kemungkinan itu didasarkan dengan melihat
perbandingan antara biaya produksi di negara eksportir ditambah dengan biaya
transportasi dengan biaya yang muncul jika barang tersebut diproduksi di negara
importir. Jika biaya produksi di negara eksportir ditambah biaya transportasi
lebih besar dari biaya produksi di negara importir, maka investor akan
memindahkan lokasi produksinya di negara importir (Appleyard, 2004).
6.
Rumusan masalah
1.apa itu kontruksi ?
2 kontruksi di indonesia
?
3.apa saja jenis kontruksi ?
4.bagaimana tahapan proyek kontruksi?
5.apa saja fator pendorong dalam kontruksi?
7.
Tujuan
Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan sebelumnya maka
tujuan yang hendak dicapai dalam penyusunan makalah ini adalah untuk mengetahui
tentang kontruksi
liberalisasi dan perdagangan internasional yang terdapat dalam rumusan masalah.
BAB II
PENJELASAN
1.Pengertian Kontruksi
Konstruksi merupakan
suatu kegiatan membangun sarana maupun prasarana. Dalam sebuah bidang
arsitektur atau teknik sipil, sebuah konstruksi juga dikenal sebagai bangunan
atau satuan infrastruktur pada sebuah area atau pada beberapa area. Secara
ringkas konstruksi didefinisikan sebagai objek keseluruhan bangun(an) yang
terdiri dari bagian-bagian struktur. Misal, Konstruksi Struktur Bangunan adalah
bentuk/bangun secara keseluruhan dari struktur bangunan. contoh lain:
Konstruksi Jalan Raya, Konstruksi Jembatan, Konstruksi Kapal, dan lain lain.
Konstruksi dapat juga
didefinisikan sebagai susunan (model, tata letak) suatu bangunan (jembatan,
rumah, dan lain sebagainya)[1] Walaupun kegiatan konstruksi dikenal sebagai
satu pekerjaan, tetapi dalam kenyataannya konstruksi merupakan satuan kegiatan
yang terdiri dari beberapa pekerjaan lain yang berbeda.
Pada umumnya kegiatan konstruksi
diawasi oleh manajer proyek, insinyur disain, atau arsitek proyek. Orang-orang
ini bekerja di dalam kantor, sedangkan pengawasan lapangan biasanya diserahkan
kepada mandor proyek yang mengawasi buruh bangunan, tukang kayu, dan ahli
bangunan lainnya untuk menyelesaikan fisik sebuah konstruksi.
Secara
kumulatif, liberalisasi menjadi revolusi kebijakan di negara-negara berkembang
dan negara yang mengalami transisi. Sebelum 1980-an, 80% dari populasi dunia di
luar Barat tinggal di negara-negara berkembang akibat sangat tingginya tingkat
proteksi eksternal, selain besarnya intervensi pemerintah. Pada pertengahan
1990-an, sebagian besar orang-orang ini menikmati sistem ekonomi yang lebih
terbuka, baik secara domestic maupun internasional. Rata-rata tarif yang diterapkan
di negara-negara berkembang menurun dari hanya di bawah 30% pada tahun 1985
menjadi hanya di bawah 11% pada tahun 2005.
2Konstruksi
Indonesia Akan Hadapi Liberalisasi Perdagangan Barang dan Jasa
Selama
beberapa dekade mendatang, peningkatan biaya investasi pemerintah dan swasta
akan menjadikan Indonesia salah satu pasar konstruksi terbesar di dunia.
Di ASEAN, Indonesia tercatat sebagai pasar jasa
konstruksi terbesar dengan nilai $ 267 Billion, untuk cakupan wilayah Asia,
Indonesia termasuk dalam peringkat keempat di bawah China ($ 1,78 Trillion),
Jepang ($ 742 Billion), India ($ 427 Billion).
Salah satu tantangan terbesar Indonesia dalam waktu dekat
adalah mengintegrasikan Indonesia dalam Menghadapi Liberalisasi
Perdagangan Barang dan Jasa, termasuk
diantaranya MEA 2015. Bagaimana Ketahanan Masyarakat Jasa Konstruksi Indonesia
dalam menghadapi Pasar kompetitif yang baru yang akan memberikan dampak
signifikan terhadap kondisi jasa konstruksi nasional.
“Dari sisi BUJK dan Tenaga Kerja. Pemerintah akan
memperkuat para penyedia jasa konstruksi nasional sehingga mereka dapat
bersaing dengan Negara lain baik dari sisi manajerial dan kapabilitas dengan
mendorong Badan Usaha untuk menjadi spesialis,” ujar Dirjen Bina Konstruksi,
Yusid Toyib.
Selain itu, katanya, pemerintah pun terus mendorong
sertifikasi tenaga kerja konstruksi di Indonesia. Dari sisi Teknologi
Konstruksi. Indonesia saat ini harus mengadopsi dan mempelajari teknik
teknologi baru di semua jenis konstruksi bangunan termasuk penggunaan material
dan peralatan.
Event Konstruksi Indonesia 2015 (KI 2015) merupakan ajang
strategis bagi para pemangku kepentingan untuk mengapresiasi dunia jasa
konstruksi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Ajang ini sudah berjalan sejak tahun 2003, dan pada tahun
2015 ini Konstruksi Indonesia hadir dengan berbagai kegiatan bidang lomba dan
pemberian penghargaan kepada para masyarakat jasa konstruksi di Indonesia,
diantaranya : Lomba dan Sarasehan Pekerja Konstruksi 2015, Kompetisi Foto
Konstruksi Indonesia 2015, Lomba Jurnalistik/ Karya Tulis Media Cetak 2015,
Penghargaan Karya Konstruksi 2015, Penghargaan Kinerja Proyek Konstruksi 2015,
Pameran Konstruksi Indonesia 2015, serta Seminar Konstruksi Indonesia 2015.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)
serta Balai-Balai di seluruh Indonesia bersama dengan kontraktor BUMN
berkesempatan untuk mem-pamer-kan proyek-proyek prioritas dari seluruh
nusantara yang bertujuan untuk mengembangkan hubungan dengan para pemangku
kepentingan dan membentuk lini bisnis baru dalam rangka memberikan dukungan
pada industri konstruksi khususnya pada pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur
3.Ada
Berapa Jenis Konstruksi
Kata konstruksi sudah
tidak asing lagi di telinga. Tapi, tahukah kalian definisi konstruksi sesungguhnya?
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), konstruksi berarti model atau
tata letak suatu bangunan, seperti jembatan, rumah, dan lain sebagainya.
1. Konstruksi Gedung:
Yang satu ini adalah yang familiar dengan kita. Konstruksi gedung terjadi di
semua kota besar maupun kecil. Mulai dari konstruksi fasilitas umum seperti
bangunan institusional, lembaga pendidikan, dan tempat rekreasi. Konstruksi
pada sebuah gedung biasanya direncanakan oleh arsitek dan insinyur sipil,
sementara material yang dibutuhkan lebih ditekankan pada aspek-aspek
arsitektural.
2. Konstruksi Teknik:
Konstruksi teknik yaitu suatu konstruksi yang melibatkan struktur yang
direncanakan dan didesain secara khusus oleh para ahli dan dibuat untuk
memenuhi kebutuhan masyarakat yang berhubungan dengan infrastruktur. Jenis
Konstruksi ini dibagi lagi menjadi dua bagian, yaitu kontruksi jalan dan
konstruksi berat.
3. Konstruksi Industri:
Yang termasuk dalam konstruksi industri ini biasanya proyek industri yang
membutuhkan spesifikasi dan persyaratan khusus seperti untuk kilang minyak,
industri berat atau industri dasar, pertambangan, nuklir. dan sebagainya.
Perencanaan dan pelaksanaannya membutuhkan ketelitian dan keahlian, serta
teknologi yang spesifik.
4.Secara
garis besar, terdapat empat tahapan proyek konstruksi. Dimulai dari tahap
perencanaan atau planning, tahap perancangan atau design, tahap pengadaan atau
pelelangan dan tahap pelaksanaan atau construction.
1. Ditahap perencanaan,
penetapan garis-garis besar rencana proyek dilakukan, termasuk merekrut pihak
konsultan. Apa saja yang dilakukan pada tahap ini? Diantaranya adalah briefing,
studi kelayakan proyek, pemilihan desain, program budgeting hingga financing.
2. Ditahap kedua, yakni
perancangan desain akan dilaksanakan dalam 3 periode, yaitu periode prelimenery
design atau pra rancangan, periode design development atau pengembangan
rancangan dan periode desain akhir serta penyiapan dokumen pelaksanaan atau
final design and construction document.
3. Pada tahap ketiga,
tahap pengadaan atau pelelangan, maka yang dilakukan adalah pengadaan konsultan
perencanaan setelah gagasan awal dan pengadaan konsultan pengawas untuk melakukan
supervisi pada proyek tersebut. Setelah pengadaan konsultan, pengadaan
kontraktor juga dilakukan pada tahap ini.
4. Terakhir adalah tahap
construction yang merupakan pelaksanaan pembangunan konstruksi fisik sesuai
konsep desain yang telah disepakati pada tahap sebelumnya. Pada tahap ini,
setelah kontrak ditandatangani, SPK atau Surat Perintah Kerja dikeluarkan, maka
pekerjaan dapat dilakukan.
5.Faktor
Pendorong
1. Pertama, krisis dapat
direspon dengan 2 cara: kadang-kadang menuju liberalisasi, kadang-kadang dengan
cara lain, seperti yang terjadi selama Depresi Besar pada 1930-an, dan, pada
tingkat lebih rendah, pada tahun 1970 setelah guncangan harga minyak. Kedua,
tiap-tiap pemerintah bertindak dengan cara yang berbeda dalam menanggapi
guncangan eksternal yang sama. Ketiga, krisis dapat memicu beberapa reformasi,
tetapi tidak menjamin keberlanjutan reformasi tersebut. Itulah salah satu
perbedaan utama antara Eropa Timur dan negara-negara Balkan, di satu sisi, dan
Rusia dan negara bekas Uni Soviet, di sisi lain. Keempat, ada negara yang
mengalami liberalisasi besar tanpa krisis ekonomi seperti di Asia Timur.
2. Kepentingan juga
menentukan reformasi dan liberalisasi perdagangan. Pada kenyataannya,
kepentingan politisi, birokrat, pengusaha, dan serikat buruh acapkali menjadi
dalil untuk menolak di negara-negara berkembang dari tahun 1930-an hingga
1970-an. Sebagian besar negara ini diuntungkan dengan proyek padat modal.
Sistem lisensi di India adalah inkarnasi paling terkenal. Di banyak negara,
krisis digunakan untuk mengatasi kepentingan kelompok oposisi dan mendorong
liberalisasi (seperti yang terjadi di India pada tahun 1991).
3. Di beberapa negara
lain, godaan proteksionisme telah menghentikan atau memperlambat liberalisasi.
Ini adalah kasus di Rusia, Ukraina dan negara bekas Uni Soviet lainnya. Di
tempat lain, keterbukaan radikal telah memicu pergeseran ekonomi dalam
mendukung perekonomian dunia. Kepentingan proteksionis tradisional telah
melemahdan pilihan kebijakan lain telah muncul. Eksportir telah mandiri,
perusahaan multinasional yang didukung oleh jaringan produksi global, dan
kota-kota dan daerah berusaha untuk menjadi magnet bagi perdagangan dan FDI.
4. Faktor kelembagaan
tidak dapat diabaikan. Pertama, terdapat negara-negara berkembang yang telah mengalami pertumbuhan lebih cepat
(dalam hal pendapatan per kapita dan indikator pembangunan manusia) setelah
liberalisasi dan menggabungkan diri dengan globalisasi dibandingkan
negara-negara berkembang lainnya. Mereka memiliki hambatan perdagangan dan FDI
yang lebih rendah, rasio yang lebih tinggi perdagangan dan FDI terhadap PDB,
dan kemampuan ekonomi yang lebih baik.
KESIMPULAN
Perdagangan
internasional merupakan salah satu bagian dari kegiatan bisnis yang akhir-akhir
ini mengalami perkembangan yang sangat pesat. Perhatian dunia usaha terhadap
kegiatan bisnis internasional juga semakin meningkat, hal ini terlihat dari
semakin berkembangnya arus peredaran barang, jasa, tenaga kerja maupun, modal
dari suatu negara ke negara lain demikian pula sebaliknya. Kegiatan-kegiatan
tersebut dapat terjadi baik melalui kegiatan ekspor impor, investasi,
perdagangan jasa, lisensi dan waralaba (license and franchise), hak atas
kekayaan intelektual, atau kegiatan-kegiatan bisnis lainnya yang terkait dengan
perdagangan internasional, seperti perbankan, asuransi, perpajakan dan
sebagainya. Untuk mengantisipasi liberalisasi perdagangan internasional,
Liberalisasi
perdagangan baik yang bersifat bilateral, multilateral di wilayah regional
harus diikuti oleh setiap negara didunia ini jika tidak ingin terkucil dari
gelanggang ekonomi politik internasional yang dituangkan di dalam kesepakatan
antar negara. Tentunya kesepakatan dari suatu negara di dasarkan pada strategi
kebijakan perdagangan luar negeri dari masing-masing negara yang bersangkutan.
Dari kenyataan tersebut maka Indonesia telah mengambil strategi kebijakan
perdagangan luar negeri yang pararel dengan liberalisasi perdagangan sebagai
arus besar perdagangan global yang sulit dihindari. Berbagai kebijakan yang
diambil didasarkan kepada faktor kemampuan internal dan faktor pengaruh
lingkungan eksternal yang dimaksudkan agar terwujud strategi kebijakan yang
tepat dalam konteks pemberlakuan AFTA dan mendapatkan kemanfaatan yang
sebesar-besarnya dari kesepakatan liberalisasi yang dimaksud. Dalam hal ini
strategi kebijakan diupayakan menjadi penghubung antara keikutsertaan Indonesia
dalam liberalisasi perdagangan yang tidak bisa dihindari dan Indonesia berusaha
mendapatkan keuntungan dari pelaksanaan AFTA bagi kepentingan nasional.
DAFTAR PUSTAKA
http://azthreenancy.blogspot.com/2010/01/efek-perdagangan-internasional-terhadap.htm
Comments
Post a Comment