makalah tentang standar biaya dan analisis
MAKALAH
Manajemen Keuangan Daerah
“Standar Biaya Dan Analisis”

DISUSUN OLEH
KELOMPOK 3 :
1.
Rina Mariana
2.
Nia
3.
Ivo Putri Medzi
DOSEN PENGAMPU : Roza Gustika,SE.MM
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI
YAYASAN PENDIDIKAN PASAMAN
TAHUN
2020
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas
selesainya makalah yang berjudul " Manajemen Keuangan Daerah “Standar Biaya Dan Analisis” Dan harapan kami
semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca,
Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar
menjadi lebih baik lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin masih
banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan
saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini..
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembacanya.
Akhir kata kami berharap semoga
makalah tentang " Manajemen Keuangan Daerah Standar Biaya Dan Analisis” dan ini dapat memberikan manfaat maupun
inpirasi terhadap pembaca.
Ophir, 12 Maret 2020
Kelompok
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sudah sejak lama masyarakat dunia memandang
sektor ekonomi sebagai sektor yang sangat menjanjikan dan menentukan
kemajuan suatu bangsa. Bahkan munculnya istilah “Era Globalisasi” dan “Pasar
Bebas” tak lepas dari sebuah harapan terbukanya pintu usaha di seluruh penjuru
dunia.
Kondisi ini membawa pengaruh terhadap para pelaku
ekonomi. Masing-masing tampak mempersiapkan diri dan meningkatkan kualitas dan
profesionalitas perusahaannya agar mampu menghadapi persaingan yang begitu
ketat. Manajemen sebagai ujung tombak perusahaan dituntut untuk selalu dapat
menemukan langkah-langkah yang akurat, tepat dan prosfektif dalam berbagai
kondisi sehingga mendatangkan keuntungan semaksimal mungkin bagi perusahaan
yang dikelola.
Faktor terpenting dalam menjalankan kegiatan
produksi pada perusahaan mebel adalah bahan baku, tenaga kerja serta biaya
overhead pabrik karena pada umumnya komponen tersebut cukup besar. Bahan baku
merupakan sumber daya utama yang memegang peranan paling penting dalam
perusahaan manufaktur atau Pabrik. Maju mundurnya suatu perusahaan sangat
tergantung pada kualitas bahan baku untuk produksi yang dimiliki
perusahaan. Dengan demikian pihak manajemen harus mampu merencanakan dan
mengendalikan biaya dengan baik sesuai dengan kondisi perusahaan saat itu.
Tenaga kerja sangat menunjang bagi kualitas produk yang akan dihasilkan oleh
perusahaan itu sendiri. Selain itu, biaya overhead pabrik yang dikeluarkan
untuk menunjang proses produksi tersebut juga harus diperhatikan. Agar biaya
tersebut dapat terealisasi dengan baik, maka pihak manajemen perlu
mengetahui jumlah biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk membuat satu-satuan
produk dengan dasar pedoman dari biaya masa lalu.
Didalam pengendalian biaya pada akuntansi biaya
diperlukan patokan atau standar sebagai dasar yang dipakai sebagai tolok ukur
pengendalian. Biaya yang digunakan sebagai tolok ukur pengendalian ini disebut
biaya standar. Biaya standar digunakan untuk menghitung selisih antara biaya
standar dengan biaya sesungguhnya. Kemudian selisih antara biaya standar dan
biaya sesungguhnya tersebut disajikan kepada manajemen untuk dipakai sebagai
dasar penentuan harga pokok sebab selisih yang digunakan untuk mengetahui
seberapa efisiensi dan seberapa besar penyimpangan dalam menerapkan sistem
biaya standar dalam mengendalikan biaya produksinya.
Dari permasalahan yang telah di uraikan diatas
maka kami selaku penulis sangat tertarik mendalami Sistem Biaya Standar dan
menjadikannya Judul Makalah Kelompok Kami.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa Pengertian Sistem Biaya
Standar?
2. Apa Yang Dimaksut Biaya Standar Dan Anggaran?
3. Apa Pengertian Analisis Standar
Belanja?
4. Bagaimana Cara Menghitung Analisis
Standar Belanja?
1.3 Tujuan
1. Untuk Mengetahui Pengertian
Sistem Biaya Standar?
2. Untuk Mengetahui Apa Yang
Dimaksut Biaya Standar Dan Anggaran?
3. Untuk Mengetahui Pengertian
Analisis Standar Belanja?
4. Untuk Mengetahui Bagaimana Cara
Menghitung Analisis Standar Belanja?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Biaya Standar
Biaya standar adalah biaya yang ditentukan di
muka, yang merupakan jumlah biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk membuat
satu satuan produk atau untuk membiayai kegiatan tertentu, di bawah asumsi
kondisi ekonomi, efisiensi, dan faktor-faktor lain tertentu.
Secara umum biaya didefinisikan sebagai sumber
daya ekonomis yang dikorbankan untuk mencapai tujuan atau sasaran tertentu,
tetapi di dalam suatu pengambilan keputusan yang berbeda.
·
Menurut
Mulyadi (2007;387)
"Biaya Standar adalah biaya yang
ditentukan dimuka yang merupakan jumlah biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk
membuat satu satuan produk atau untuk membiayai kegiatan tertentu dibawah
asumsi kegiatan ekonomi, efisiensi dan faktor-faktor lain tertentu."
·
Menurut
Carter Usry (2005;153)
"Biaya Standar adalah biaya yang
telah ditentukan sebelumnya untuk memproduksi satu unit atau sejumlah tertentu
produk selama satu periode tertentu.
Sistem biaya standar dirancang untuk
mengendalikan biaya. Jika biaya standar ditentukan realistis, hal ini akan
merangsang pelaksana dalam melaksanakan pekerjaannya dengan efektif, karena
telah mengetahui bagaimana pekerjaan seharusnya dilaksanakan dan pada tingkat
biaya berapa pekerjaan tersebut seharusnya dilaksanakan.
Prosedur Penentuan
Biaya Standar
Dalam prosedur penentuan biaya standar menurut
Mulyadi (1991,419) biaya standar tersebut dibagi menjadi tiga bagian yaitu
biaya bahan baku standar, biaya tenaga kerja standar, dan biaya overhead pabrik
standar.
a. Biaya Bahan Baku Standar (
standard raw material cost)
Adalah biaya bahan baku yang seharusnya terjadi
untuk membuat satu satuan produk tertentu, yang terdiri dari dua komponen,
yaitu :
Harga bahan baku
standar (standard raw material price), terdiri atas :
Ø Masukan fisik yang diperlukan untuk memproduksi sejumlah
keluaran fisik tertentu atau lebih dikenal dengan nama kuantitas standar.
Ø Harga persatuan perfisik tersebut, atau disebut pula harga
standar yang berupa:
· Harga yang
diperkirakan akan berlaku dimasa yang akan datang.
· Harga yang berlaku
pada saat penyusunan standar.
· Harga yang
diperkirakan akan merupakan harga normal dalam jangka panjang.
Kuantitas bahan baku
standar (standard raw material quantity)
Kuantitas standar bahan baku
dapat ditentukan dengan menggunakan :
1. Penyelidikan
teknis
2. Analisis
catatan masa lalu dalam bentuk :
· Menghitung rata-rata
pemakaian bahan baku untuk produk atau pekerjaan yang sama dalam periode
tertentu dimasa lalu.
· Menghitung rata-rata
pemakaian bahan baku untuk produk dalam pelaksanaan yang paling baik dan yang
paling buruk dimasa lalu.
· Menghitung rata-rata
dalam pelaksanaan pekerjaan yang paling baik.
b. Biaya Tenaga Kerja standar (Standar
direct labor cost)
Adalah biaya tenaga kerja langsung (direct labor cost) yang
seharusnya terjadi untuk membuat satu satuan poduk tertentu.Seperti halnya
dengan biaya bahan baku standar,biaya tenaga kerja terdiri dari dua unsur
: jam tenaga kerja standar dan tarif upah standar.
Jam tenaga kerja
standar
Syarat mutlak
berlakunya jam tenaga kerja standar adalah :
1.
Tata
letak pabrik (plant layout) yang efisien dengan peralatan yang modern
sehingga dapat dilakukan produksi yang maksimum dengan biaya yang minimum.
2.
Pembelian
bahan baku direncanakan dengan baik, sehingga tersedia pada saat dibutuhkan
untuk produksi.
3.
Standarisasi
kerja karyawan dan metode – metode kerja dengan
instruksi – instruksi dan latihan yang cukup bagi karyawan, sehingga proses
produksi dapat dilakukan dibawah kondisi yang baik.
Jam tenaga kerja standar dapat ditentukan dengan
cara :
1.
Menghitung
rata-rata jam kerja yang dikonsumsi dalam suatu pekerjaan dari kartu harga
pokok (cost sheet) periode yang lalu.
2.
Membuat
tes-run operasi produksi dibawah keadaan normal yang diharapkan.
3.
Mengadakan
penyelidikan gerak dan waktu dari berbagai kerja karyawan dibawah keadaan
nyata yang diharapkan.
Tarif Upah Standar
Penentuan tarif upah standar memerlukan pengetahuan
mengenai kegiatan yang dijalankan, tingkat kecepatan
tenaga kerja yang diperlukan dan rata-rata terif upah perjam yang dibayar.
Tarif Upah Standar
dapat ditentukan dengan cara :
1.
Perjanjian
dengan organisasi karyawan.
2.
Data
upah masa lalu, yang dapat dijadikan sebagai upah standar adalah: rata-rata
hitung, rata-rata tertimbang atau median dari upah karyawan masa lalu.
3.
Penghitungan
tarif upah karyawan masa lalu dalam keadaan operasi normal.
c. Biaya Overhead
Pabrik Standar (standar overhead rate)
Biaya Overhead Pabrik Standar ini terdiri dari :
1.
Jam
(kuantitas) standar
2.
Harga
(tarif) standar, terlebih dahulu harus ditetapkan berapa besarnya biaya tetap
dan biaya variabel sebagai standar. Standar untuk biaya overhead pabrik
menggunakan fleksibel budget.
B.
Anggaran dengan pendekatan prestasi kerja;
a. Sistem anggaran yang megutamakan hasil kerja dan output dari setiap program dan kegiatan yang direncanakan.
b. Setiap dana yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah untuk melaksanakan program dan kegiatan harus didasarkan atas hasil dan output yang jelas dan terukur
c. Merupakan pembeda utama antara anggaran kinerja dengan anggaran tradisional
yang pernah diterapkan sebelumnya yang lebih mempertanggung jawabkan input
yang direncanakan dengan input yang dialokasikan.
Perilaku belanja adalah pola perubahan balanja dalam kaitannya dengan perubahan
target kinerja atau aktivitas pemerintah Daerah. Besar kecilnya belanja dipengaruhi
oleh besar
– kecilnya target kinerja kegiatan
/ aktivitas Pemerintahan Daerah.
Belanja dapat digolongkan atas :
1. Belanja variabel;
Belanja variabel adalah belanja-belanja yang total nya selalu berubah proporsional (sebanding) dengan perubahan
target kinerja kegiatan Pemerintahan Daerah. Besar
–
kecilnya total belanja variabel dipengaruhi oleh besar
– kecilnya target kinerja.
2. Belanja tetap dan;
Belanja tetap adalah belanja
–
belanja yang didalam jarak kafasitas
(range of cafacity) tertentu totalnya tetap , meskipun target kinerja Pemerintah Daerah berubah
– ubah. Sejauh tidak melampaui kapasitas ,
belanja tetap total tidak dipengaruhi oleh besar –
kecilnya target kinerja Pemerintah Daerah.
3. Belanja Semi Variabel
Belanja semi variabel adalah belanja
–
belanja yang totalnya selalu berubah tetapi tidak proporsional dengan perubahan target kinerja kegiatan pemerintah Daerah.
a. Belanja ini dapat dapat dikelompokkan pada yang tingkat perubahan nya semakin tinggi dan tingkat perubahannya semakin
rendah.
b. Belanja semi variabel ini terkandung unsur belanja tetap dan unsur belanja variabel.
Pola Perilaku dan Fungsi Belanja
Perubahan belanja total sebagai akibat dari perubahan target kinerja pemerintah daerah ada 3
macam pola yaitu :
a. Jumlah tetap, meskipun target kinerja kegiatan berubah (belanja tetap).
b. Jumlah berubah secara proporsional dengan perubahan target kinerja kegiatan (belanja
variabel).
c. Jumlah berubah tidak sebanding dengan perubahan target kinerja kegiatan (belanja semi variabel).
Metode Penentuan Pola Perilaku Belanja
Secara umum ada tiga pendekatan dalam menentukan pola perilaku belanja. Ketiga pendekatan itu adalah:
1. Pendekatan intuisi, merupakan pendekatan yang berdasarkan intuisis pembuat keputusan , kontrk – kontrak kerja dengan pihak lain dan sebagainya.
2. Pendekatan Analisis Enjinering, merupakan pendekatan yang didasarkan pada hubungan fisik yang jelas antara masukan (input) dengan keluaran (output).
3. Pendekatan Analisis Data Belanja Masa Lalu, merupakan pendekatan yang didasarkan pada data belanja masa lalu. Pendekatan ini berasumsi bahwa belanja di
masa akan datang sama perilakunya
dengan belanja di
masa lalu. Data belanja di masa lalu dianalisis untuk mengetahui perilaku masing
– masing belanja.
C. Pengertian Analisis Standar Belanja (ASB)
Penjelasan
PP 58/2005 Pasal 39 ayat (2) Yang dimaksud dengan analisis standar belanja
adalah penilaian kewajaran atas beban kerja dan biaya yang digunakan untuk
melaksanakan suatu kegiatan.
ASB
merupakan salah satu komponen yang harus dikembangkan sebagai dasar pengukuran
kinerja keuangan dalam penyusunan APBD dengan pendekatan kinerja.
ASB
adalah standar untuk menganalisis anggaran belanja yang digunakan dalam suatu
program atau kegiatan untuk menghasilkan tingkat pelayanan tertentu dan
kewajaran biaya di unit kerja dalam satu tahun anggaran
Analisis Standar Belanja merupakan
kebijakan penganggaran yang lebih tegas dan harus dibuat oleh Pemerintah
Daerah. Karena, didalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan
Daerah pada pasal 167 ayat (3) disebutkan bahwa ASB merupakan salah satu
pertimbangan dalam penganggaran belanja. Pentingnya ASB ini dan harus disusun
serta diimplementasikan dalam menyususn anggaran, diperjelas kembali dengan
ditetapkannya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
sebagai pengganti dari Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004, dimana dalam pasal
289 ayat (3) berbunyi: Belanja daerah untuk pendanaan urusan pemerintahan yang
menjadi kewenangan daerah selain sebagaimana pada ayat (1) berpedoman pada
analisis standar belanja dan standar harga satuan regional sesuai dengan
ketentuan perundang-undangan. Analisis Standar Belanja sebagai salah satu
instrumen anggaran berbasis kinerja sebagaimana diatur dalam Peraturan
Pemerintah Nomor 105 Tahun 2000 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban
Keuangan Daerah, tetapi, istilah yang digunakan dalam Peraturan Pemerintah
tersebut masih Standar Analisis belanja (SAB). ASB mempunyai maksud dan makna
yang sama dengan SAB yaitu suatu instrumen untuk penilaian kewajaran atas beban
kerja dan biaya yang digunakan untuk melaksanakan suatu kegiatan. Dengan begitu
ASB bertujuan untuk menjamin bahwa anggaran yang ditetapkan tersebut sudah
merupakan yang efisien dan ekonomis. Untuk mendukung hal tersebut perlu
dilakukan kajian dan penyempurnaan implementasi penganggaran berbasis kinerja.
Manfaat Analisis Standar Belanja:
1.
Penetapan plafon anggaran pada saat PPAS
2.
Dapat menentukan
kewajaran biaya
untuk melaksanakan suatu kegiatan
3.
Meminimalisir terjadinya pengeluaran yang kurang jelas yang meyebabkan inefisiensi anggaran.
4.
Penetuan anggaran berdasarkan
pada tolak
ukur kinerja yang jelas
5.
Penentuan besaran alokasi setiap kegiatan menjadi objektif
.
6.
Memiliki argumen yang kuat jika “dituduh”
melakukan pemborosan .
7.
Penyusunan
anggaran menjadi lebih tepat waktu
C.
PERHITUNGAN ANALISIS STANDAR BELANJA
(ASB)
ASB 01: BIMBINGAN TEKNIS DAN PELATIHAN
PEGAWAI Deskripsi: Bimbingan Teknis Pegawai merupakan kegiatan untuk memberikan
bimbingan kepada para pegawai di SKPD untuk memperoleh keahlian teknis tertentu
dengan mendatangkan narasumber atau instruktur ke lokasi pemerintah daerah.
Pengendali belanja (cost driver):
Jumlah Peserta dan Jumlah Hari (Orang Hari =
OH) Satuan Pengendali Belanja: Rp 740.149,93 x Jumlah Peserta (Orang) x Jumlah
Hari Batasan Alokasi Obyek Belanja:


BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Biaya standar adalah biaya yang ditentukan di muka, yang merupakan
jumlah biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk membuat satu satuan produk atau
untuk membiayai kegiatan tertentu, di bawah asumsi kondisi ekonomi, efisiensi,
dan faktor-faktor lain tertentu.
Secara umum biaya didefinisikan sebagai
sumber daya ekonomis yang dikorbankan untuk mencapai tujuan atau sasaran
tertentu, tetapi di dalam suatu pengambilan keputusan yang berbeda.
Dalam prosedur penentuan biaya standar
menurut Mulyadi (1991,419) biaya standar tersebut dibagi menjadi tiga bagian
yaitu biaya bahan baku standar, biaya tenaga kerja standar, dan biaya overhead
pabrik standar.
a.
Biaya Bahan Baku Standar ( standard raw material cost)
b.
Biaya Tenaga Kerja standar (Standar direct labor cost)
c.
Biaya Overhead Pabrik Standar (standar overhead rate)
3.2
Saran
Dalam penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan
karenanya kritk serta saran yang sifatnya membangun sangat kami harapkan demi
terciptanya makalah yang sempurna dikemudian hari dan dapat menjadi acuan dalam
penulisan makalah makalah berikutnya.
DAFTAR PUSTAKA
Html://pksm.mercubuana.ac.id/new/.../files.../93004-11-155255308450.doc
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/12/prosedur-penentuan-biaya-standar-2/
Drs. Mulyadi, M.Sc. Akuntansi Biaya. Edisi ke
5. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta: UPP – STIM YKPN, 2009
Comments
Post a Comment