MAKALAH JENIS MODAL MENURUT SUMBERNYA DAN JANGKA WAKTU
MAKALAH
JENIS MODAL MENURUT SUMBERNYA DAN JANGKA WAKTU
DOSEN
PENGAMPU : ZUHAFNI ST . PERPATIH,
SE.,M.SI
Di
Susun Oleh:
Kelompok I/ Ekonomi 3.2
1.
DINI
FANIKA
2.
NIA
ALAMI
3.
WENO
RAMKI
4.
YULIA
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI PASAMAN
YAYASAN PENDIDIKAN PASAMAN ( YAPPAS )
2019
KATA
PENGANTAR
Puji dan syukur kita panjatkan
kehadiran allah swt karena berkah limpahan rahmat dan karunianya sehingga kami
dapat menyusun makalah kami tepat pada waktunya dengan judul “ Jenis Modal
Menurut Sumbernya Dan Jangka Waktu “
Makalah ini merupakan salah satu tugas yang diberikan dalam mata kuliah
manajemen keuangan”.
Dalam penyusunan tugas atau
materi ini, tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi, namun penulis menyadari
bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat bantuan,
dorongan dan bimbingan dorongan orang tua , sehingga kendala kendala yang
penulis hadapi teratasi. Oleh Karena itu penulis terima kasih kepada :
Baik dosen pengampu mata
kuliah manajemen keuangan yaitu bapak Zuhafni St Perpatih ,.SE.,MSi yang telah
membrikan tugas atau petunjuk kepada penulis sehingga penulis termotivasi dan
menyelesaikan tugas ini . Semoga materi ini dapat bermanfaat dan menjadi
sumbangan pemikiran bagi pihak yang membutuhkan , khususnya bagi penulis
sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai, Aminn.
Ophir ,12 November 2019
Penulis
DAFTAR ISI
COVER ............................................................................................................................. i
KATA
PENGANTAR......................................................................................................... ii
DAFTAR
ISI ............................................................................................................... iii
BAB
I Pendahuluan
1.1
Latar Belakang........................................................................................................... 1
1.2
Rumusan Masalah ..................................................................................................... 1
1.3
Tujuan Penulis............................................................................................................ 1
BAB
II Pembahasan
2.1 Pengertian modal........................................................................................................ 2
2.2 Sumber Modal dan Jangka Waktu............................................................................. 2
2.3 Jenis jenis Modal........................................................................................................ 3
2.4 Penggunaan Modal..................................................................................................... 9
2.5 Pentingnya Modal Pada Perusahaan......................................................................... 11
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan................................................................................................................ 12
3.2 Saran.......................................................................................................................... 13
DAFTAR
PUSTAKA......................................................................................................... 14
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Laporan keuangan merupakan alat yang
sangat penting untuk memperoleh informasi sehubungan dengan posisi keuangan dan
hasil-hasil yang telah dicapai oleh perusahaan. Laporan Sumber dan Penggunaan
Modal Kerja ini erat kaitannya dengan tingkat likuiditas dalam memenuhi
kewajiban jangka pendek dengan sejumlah aktiva-aktiva lancar yang dimiliki
perusahaan. Salah satu analisis laporan keuangan adalah analisis laporan sumber
dan penggunaan modal kerja yaitu suatu analisis tentang darimana sumber-sumber
dan penggunaan modal kerja dalam suatu perusahaan.
Modal kerja merupakan dana yang harus
tersedia dalam perusahaan yang dapat digunakan untuk membelanjai kegiatan
operasinya sehari-hari, misalnya untuk memberikan persekot pembelian bahan
mentah, membayar upah buruh, gaji pegawai. Selain itu, laporan tersebut dapat
juga membantu manajer keuangan dalam merencanakan berapa penggunaan dana dengan
sebaik-baiknya untuk dapat menghindari hal-hal yang tidak diinginkan perusahaan
sebab apabila perusahaan kekurangan dana tentu akan sulit berkembang.
Kekurangan modal kerja terus-menerus yang tidak segera diatasi tentu akan
menghambat perusahaan dalam mencapai tujuannya.
1.2
Rumusan
Masalah
a. Apa
pengertian modal dan sumber modal
b. Bagaimana
pengguna modal, pentingnya modal dalam perusahaan
c. Jenis
jenis modal
d. Penting
nya modal bagi perusahaan
1.3
Tujuan
Penulisan
Dari uraian latar belakang dan rumusan
masalah di atas maka yang menjadi tujuan
penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
a. Untuk
Mengetahui Pengertian Modal dan sumbernya
b. Untuk
mengetahui bagaimana pengguna modal, penting modal bagi perusahaan
c. Mengetahu
apa itu jenis jenis modal
d. Untuk
mengetahui pentingnya modal bagi perusahaan
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Modal
Modal merupakan salah satu faktor
terpenting dari kegiatan produksi. Bagi perusahaan yang baru berdiri atau mulai
menjalankan usahanya, modal digunakan untuk dapat menjalankan kegiatan usaha,
sedangkan bagi perusahaan atau bidang usaha maupun bisnis yang sudah berdiri
lama, modal biasanya digunakan untuk dapat mengembangkan usaha maupun
memperluas pangsa pasar dari bisnis dan usaha tersebut.
2.2 Sumber Modal
Dengan adanya
keputusan untuk mengadakan investasi maka diperlukan dana yang dapat
membelanjai investasi. Timbullah masalah bagaimana perusahaan dapat memperoleh
dana yang dibutuhkan untuk membiayai investasi yang direncanakan dengan
syarat-syarat yang paling menguntungkan dengan mengingat,bahwa para pemilik
dana mengharapkan balas jasa atas penggunaan dananya dan merupakan biaya
investasi yang direncanakan tersebut.
Menurut Bambang Riyanto Dasar-Dasar
Pembelanjaan Perusahaan (2004 : 25), bahwa sumber dana yang dapat diperoleh
untuk membelanjai suatu perusahaan adalah:
1. Sumber
dana dari dalam perusahaan (internal source) dapat diartikan sebagai bentuk
dana dimana pemenuhan kebutuhan dananya berasal dari dalam perusahaan itu
sendiri, dengan kata lain dana dengan kekuatan atau kemampuan sendiri. Dana
dari dalam perusahaan dapat diadakan dengan atau menggunakan laba cadangan dari
sebagian sisa hasil usaha yang merupakan unsur dana sendiri, sebagai sumber
dana intern. Akumulasi penyusutan aktiva tetap karena jangka waktu penggunaan
dari aktiva tersebut biasanya lama, misalnya lima tahun, maka cadangan
penyusutan yang masih menganggur dapat digunakan dan disebut sebagai sumber
dana insentif.
Dana dari dalam perusahaan terdiri dari:
a) Dana yang berasal dari pemilik perusahaan
b) Saldo keuntungan yang ditanam kembali
dalam perusahaan.
c) Surplus dana dan akumulasi penyusutan
2.
Sumber dana dari luar perusahaan
(external source) yaitu pemenuhan kebutuhan dana diambil atau berasal dari sumber-sumber dana yang
ada di luar perusahaan. Dana yang berasal dari luar perusahaan adalah dana yang
berasal dari pihak bank, asuransi, dan kreditur lainnya. Dana yang berasal dari
para kreditur adalah hutang bagi perusahaan yang disebut sebagai dana pinjaman.
Dana pinjaman yang dimaksud adalah dana yang didapat dari pihak ketiga
(kreditur).
Berdasarkan pengertian tersebut,
maka dapat diasumsikan bahwa sumber dana terdiri dari:
1)
Berkurangnya aktiva lancar selain kas
2)
Berkurangnya aktiva tetap
3)
Bertambahnya setiap jenis hutang
4)
Bertambahnya modal
5)
Adanya keuntungan dari operasi perusahaan
2.3
Jenis
jenis Modal Dan Jangka Waktu
1. Modal
Asing
Modal
asing adalah modal yang berasal dari luar perusahaan yang sifatnya sementara
bekerja di dalam perusahaan dan bagi perusahaan yang bersangkutan modal
tersebut merupakan utang yang pada saatnya harus dibayar kembali. Dilihat dari
jangka penggunaan dana, maka dana yang digunakan perusahaan berasal dari sumber
dana jangka pendek, dana jangka menengah serta jangka panjang.
Martono dan Hardjito (2002:218) Modal
asing ini dapat dikelompokkan menjadi 3 golongan yaitu:
1) Modal
Asing Jangka Pendek (Short-term debt) Modal asing jangka
pendek adalah modal asing yang jangka waktunya paling lama satu tahun.
Jenis-jenis modal asing jangka pendek terdiri dari rekening koran, kredit dari
penjualan.
2) Modal
Asing Jangka Menengah (intermediate-term debt) Pada
umumnya penggunaan sumber dana jangka menengah ini dirasakan karena adanya
kebutuhan yang tidak dapat dipenuhi dengan sumber dana jangka pendek disatu
pihak dan juga sulit dipenuhi dengan sumber dana jangka panjang dilain pihak.
Modal asing jangka menengah adalah utang yang jangka waktu atau umurnya lebih
dari satu tahun dan kurang dari sepuluh tahun.
3) Modal
Asing Jangka Panjang (long-term debt) Modal
asing jangka panjang adalah utang yang jangka waktunya panjang, umurnya lebih dari
sepuluh tahun. Utang jangka panjang ini umumnya digunakan untuk membiayai
perluasan perusahaan (ekspansi) perusahaan, karena kebutuhan modal untuk
keperluan tersebut meliputi jumlah yang besar.
2. Modal
Sendiri
Modal sendiri
adalah modal yang berasalkan dari pemilik perusahaan dan tertanam dalam
perusahaan untuk waktu yang tidak tertentu lamanya. Modal sendiri selain
berasal dari luar perusahaan dapat juga berasal dari perusahaan sendiri, yaitu
modal yang dihasilkan atau dibentuk sendiri di dalam perusahaan. Modal sendiri
yang berasal dari intern ialah dalam bentuk keuntungan yang dihasilkan
perusahaan, sedangkan modal sendiri yang berasal dari sumber ekstern ialah
modal yang berasal dari pemilik perusahaan.
Secara umum sumber-sumber modal
dalam perusahaan terbagi menjadi dua sumber yaitu:
1.
Sumber Intern
Modal yang berasal dari sumber intern
adalah modal atau dana yang di bentuk atau dihasilkan sendiri di dalam
perusahaan.”Alasan perusahaan menggunakan sumbar dana intern yaitu:
a) Dengan
dana dari dalam perusahaan maka perusahaan tidak mempunyai kewajiban untuk membayar bunga maupun dana yang
di pakai.
b) Setiap
saat tersedia jika diperlukan.
c) Dana
yang tersedia sebagian besar telah memenuhi kebutuhan dana perusahaan.
d) Biaya
pemakaian relatif murah”.
Sumber
intern atau sumber dana yang dibentuk atau dihasilkan sendiri di dalam
perusahaan adalah laba ditahan dan penyusutan (depresiasi).
1) Laba
Ditahan
Laba
ditahan adalah laba bersih yang di simpan untuk diakumulasikan dalam is setelah
deviden dibayarkan. Juga di sebut laba yang tidak dibagikan (undistributed
profits) atau surplus yang diperoleh (earned surplus).
2) Depresiasi
Depresiasi
adalah alokasi jumlah suatu aktiva yang dapat disusutkan sepanjang masa manfaat
yang di estimasi. Penyusutan untuk periode akuntansi dibebankan ke pendapatan
baik secara langsung maupun tidak langsung.
2.
Sumber Ekstern
Modal yang berasal dari sumber
ekstern adalah sumber yang berasal dari luar perusahaan. Alasan perusahaan
menggunakan sumber dana ekstern adalah:
a) Jumlah dana yang digunakan tidak
terbatas.
b) Dapat di cari dari berbagai sumber.
c) Dapat bersifat fleksibel.
Yang merupakan
sumber ekstern perusahaan adalah supplier, bank dan pasar modal.
ü Supplier
: Supplier memberikan dana kepada suatu perusahaan dalam bentuk penjualan
barang secara kredit, baik untuk jangka pendek (kurang dari 1 tahun), maupun
jangka menengah (lebih dari 1 tahun dan kurang dari 10 tahun). Penjualan kredit
atau barang dengan jangka waktu pembayaran kurang dari satu tahun terjadi pada
penjualan barang dagang dan bahan mentah oleh supplier kepada langganan.
Supplier atau manufaktur (pabrik) sering pula menjual mesin atau peralatan lain
hasil produksinya kepada suatu perusahaan yang menggunakan mesin atau peralatan
tersebut dalam jangka waktu pembayaran 5 sampai 10 tahun.
ü Bank
: Bank adalah lembaga yang berperan sebagai perantara keuangan (financial
intermediary) antara pihak yang memiliki dana, serta sebagai lembaga yang
berfungsi memperlancar lalulintas pembayaran.
ü Pasar
Modal : Pasar modal adalah suatu pengertian
abstrak yang mempertemukan dua kelompok yang saling berhadapan tetapi yang
kepentingannya saling mengisi, yaitu calon pemodal (investor) di suatu pihak
dan emiten yang membutuhkan dana jangka menengah atau jangka panjang di lain
pihak, atau dengan kata lain adalah tempat (dalam artian abstrak) bertemunya
penawaran dan permintaan dana jangka menengah atau jangka panjang. Dimaksudkan
dengan pemodal adalah perorangan atau lembaga yang menanamkan dananya dalam
efek, sedangkan emiten adalah perusahaan yang menerbitkan efek untuk ditawarkan
kepada masyarakat. Fungsi dari pasar modal adalah mengalokasikan secara efisien
arus dana dari unit ekonomi yang mempunyai surplus tabungan kepada unit ekonomi
yang mempunyai defisit tabungan.
Bambang
Riyanto dalam bukunya memaparkan jenis-jenis
modal sebagai berikut:
1. Modal Asing
Modal asing adalah
modal yang berasal dari luar perusahaan yang sifatnya sementara bekerja di
dalam perusahaan, dan bagi perusahaan yang bersangkutan modal tersebut
merupakan utang, yang pada saatnya harus di bayar kembali. Modal asing di bagi
ke dalam tiga golongan yaitu utang jangka pendek, utang jangka menengah dan
utang jangka panjang.
1)
Modal Asing atau Utang Jangka
Pendek (Short-Term Debt)
Modal asing jangka pendek adalah
modal asing yang jangka waktunya paling lama satu tahun. Adapun jenis-jenis
yang termasuk ke dalam modal asing jangka pendek adalah rekening koran, kredit
dari penjual, kredit dari pembeli dan kredit wesel.
a) Rekening Koran Kredit
rekening koran adalah kredit yang diberikan oleh bank kepada perusahaan dengan
batasan tertentu dimana perusahaan mengambilnya tidak sekaligus melainkan
sebagian demi sebagian sesuai dengan kebutuhannya, dan bunga yang di bayar
hanya untuk jumlah yang telah di ambil saja, meskipun sebenarnya perusahaan
meminjamnya lebih dari jumlah tersebut.
b) Kredit Dari Penjual Kredit
penjual merupakan kredit perniagaan (trade-credit) dan kredit ini terjadi
apabila penjualan produk dilakukan dengan kredit. Apabila penjualan dilakukan
dengan kredit berarti bahwa penjual baru menerima pembayaran dari barang yang
dijualnya beberapa waktu kemudian setelah barang diserahkan. Selama ini pembeli
atau langganan dapat dikatakan menerima ”kredit penjual” dari penjual atau
produsen. Selama waktu itupun berarti penjual atau produsen memberikan ”kredit
penjual” kepada pembeli atau langganan. Pada umumnya perusahaan yang memberi
kredit penjual adalah perusahaan industri, sedangkan perusahaan yang menerima
adalah perusahaan perdagangan.
c) Kredit Dari Pembeli Kredit
pembeli adalah kredit yang diberikan oleh perusahaan sebagai pembeli kepada
pemasok (supplier) dari bahan mentahnya atau barang-barang lainnya. Di sini
pembeli membayar harga barang yang dibelinya lebih dahulu, dan setelah beberapa
waktu barulah pembeli menerima barang yang dibelinya. Selama waktu itu dapat
dikatakan bahwa pembeli memberikan ”kredit pembeli” kepada panjual/ pemasok
bahan mentah atau barang dagang. Pada umumnya kredit pembeli diberikan kepada
perusahaan-perusahaan agraria yang menghasilkan bahan dasar, dan kredit ini
diberikan oleh perusahaan-perusahaan industri yang mengerjakan hasil agraria
tersebut sebagai bahan dasarnya.
d) Kredit Wesel Kredit
wesel ini terjadi apabila suatu perusahaan mengeluarkan ”surat pengakuan utang”
yang berisikan kesanggupan untuk membayar sejumlah uang tertentu kepada pihak
tertentu dan pada saat tertentu (surat promes/ notes payables), dan setelah
ditandatangani surat tersebut dapat di jual atau diuangkan pada bank. Dari
surat tersebut diperoleh uang sebesar apa yang tercantum dalam surat utang
tersebut dikurangi dengan bunga sampai hari jatuh temponya. Dengan demikian
maka ini berarti bahwa pihak yang mengeluarkan surat utang tersebut menerima kredit
selama waktu mulai diuangkannya sampai saat dimana utang tersebut harus di
bayar. Bagi bank atau pihak yang membeli promes tersebut (pembeli kredit),
surat utang tersebut merupakan tagihan atau wesel tagih (notes receivables),
dan bagi pihak yang mengeluarkan surat utang, surat utang tersebut merupakan
utang wesel (notes payables).
2) Modal
Asing atau Utang Jangka Menengah (Intermediate-Term Debt)
Modal asing atau utang jangka
menengah adalah utang yang jangka waktunya lebih dari satu tahun dan kurang dari
10 tahun. Bentuk utama dari kredit jangka menengah adalah term loan dan
leasing.
a) Term Loan Term
loan adalah kredit usaha dengan umur lebih dari satu tahun dan kurang dari 10
tahun. Pada umumnya term loan dibayar kembali dengan angsuran tetap selama
suatu periode tertentu (amorization payment), misalkan pembayaran angsuran
dilakukan setiap bulan, setiap kuartal atau setiap tahun. Term loan ini
biasanya diberikan oleh bank dagang, perusahaan asuransi, supplier atau
manufaktur.
b) Leasing Bentuk
lain dari intermediate-term debt adalah leasing. Apabila kita ingin memiliki
suatu aktiva, tetapi hanya menginginkan service dari aktiva tersebut, kita
dapat memperoleh hak penggunaan atas suatu aktiva itu tanpa disertai dengan hak
milik, dengan cara mengadakan kontrak leasing untuk aktiva tersebut. Dengan
demikian leasing adalah suatu alat atau cara untuk mendapatkan service dari
suatu aktiva tetap yang pada dasarnya sama seperti halnya kalau kita menjual
obligasi untuk mendapatkan service dan hak milik atas aktiva tersebut dan
bedanya pada leasing tidak disertakan hak milik. Lebih khususnya leasing adalah
persetujuan atas dasar kontrak dimana pemilik dari aktiva (lessor) menginginkan
pihak lain (lessee) untuk menggunakan jasa atas aktiva tersebut selama suatu periode
tertentu. Ada tiga bentuk utama dari leasing yaitu sale and leaseback, services
leases dan financial lease.
1) Sale and leaseback
yaitu pemilik aktiva menjual aktivanya kepada leasing cooporation atau bank,
dan bersama dengan itu dibuat kontrak leasing untuk menggunakan kembali aktiva
yang telah dijual oleh pemilik aktiva tersebut selama periode tertentu dengan
syarat tertentu. Dalam hal ini pembeli aktiva menjadi lessor (yang menyewakan)
dan penjual aktiva akan menjadi leasse (penyewa).
2) Service leases
atau operating lease memberikan service baik mengenai bidang financialnya
maupun mengenai pemeliharaannya dalam bentuk aktiva atau perlengkapan. Dalam
bentuk leasing ini sering terdapat kausal yang memberikan hak kepada leasse
untuk membatalkan leasing itu dan mengembalikan peralatan itu kepada lessor
sebelum habis waktu berlakunya tersebut. Misalnya karena faktor keusangan.
3) Financial leasing
yaitu bentuk leasing yang tidak memberikan pemeliharaan atau maintenance
service, tidak dapat dibatalkan dan harus diangsur, dalam hal ini lessor
menerima pembayaran sewa dari leasse yang meliputi harga penuh dan bunga yang
diinginkan lessor.
3) Modal Asing atau Utang Jangka Panjang
(Long-Term Debt)
Utang jangka panjang adalah utang
yang jangka waktunya adalah panjang, umumnya lebih dari 10 tahun. Utang jangka
panjang umumnya digunakan untuk membelanjai perluasan perusahaan (ekspansi)
atau modernisasi dari perusahaan, karena kebutuhan modal untuk keperluan
tersebut meliputi jumlah yang besar.
Adapun
jenis atau bentuk-bentuk utama dari utang jangka panjang adalah:
1) Pinjaman Obligasi (Bonds-Payables) Pinjaman
obligasi adalah pinjaman uang untuk jangka waktu yang panjang, untuk mana si
debitur mengeluarkan surat pengakuan utang yang mempunyai nominal tertentu.
Pembayaran kembali pinjaman obligasi dapat dijalankan secara sekaligus pada
hari jatuh temponya atau berangsur setiap tahunnya. Apabila pelunasan
sekaligus, maka sistem ini disebut ”shinkin funf system” sedangkan jika secara
berangsur disebut ”amortization system”. Ada tiga macam jenis obligasi yaitu
obligasi biasa, obligasi pendapatan dan obligasi yang dapat ditukarkan.
a) Obligasi biasa
ialah obligasi yang bunganya tetap di bayar oleh debitur dalam waktu-waktu
tertentu, dengan tidak memandang debitur memperoleh keuntungan atau tidak.
Biasanya coupon (bunga obligasi) di bayar dua kali setiap tahunnya.
b) Obligasi Pendapatan / Income bonds
adalah jenis obligasi dimana pembayaran bunga hanya dilakukan pada waktu-waktu
debitur atau perusahaan yang mengeluarkan surat obligasi tersebut mendapatkan
keuntungan. Tetapi disini debitur mempunyai “hak kumulatif” artinya apabila
pada suatu tahun perusahaan menderita kerugian sehingga tidak dibayarkan bunga,
dan apabila di tahun kemudiannya perusahaan mendapatkan keuntungan, maka
kreditur tersebut berhak untuk menuntut bunga dari tahun yang tidak di bayar
itu.
c) Obligasi yang dapat ditukarkan /
Convertible bonds adalah obligasi yang
memberikan kesempatan kepada pemegang surat obligasi tersebut untuk pada suatu
saat tertentu menukarkannya dengan saham dari perusahaan yang bersangkutan.
Dengan demikian maka jenis obligasi ini memungkinkan pemegang untuk mengubah
statusnya, yaitu dari kreditur menjadi pemilik.
2) Pinjaman Hipotik (Mortgage)
Pinjaman hipotik adalah pinjaman
jangka panjang dimana pemberi uang (kreditur) di beri hak hipotik terhadap
suatu barang tidak bergerak, agar supaya bila pihak debitur tidak memenuhi
kewajibannya, barang itu dapat di jual dan dari hasil penjualan tersebut dapat
digunakan untuk menutup tagihannya.
2.4
Penggunaan
Modal
Bambang
Riyanto (2004 : 95) menyatakan bahwa penggunaan dana akan menyebabkan
perubahan-perubahan bentuk maupun penurunan jumlah aktiva lancar,tetapi
penurunan aktiva tidak selalu diikuti oleh penurunan dana.
Penggunaan
aktiva lancar menyebabkan berkurangnya dana, hal ini disebabkan karena:
a. Pembayaran
biaya atau ongkos perusahaan meliputi pembayaran upah, gaji, pembelian bahan
baku atau barang dagangan, supplies kantor dan pembayaran biaya-biaya lainnya.
Pembayaran biaya operasi ini akan mengakibatkan terjadinya penjualan atau
penghasilan perusahaan yang bersangkutan. Penggunaan aktiva lancar untuk
operasi ini baru merupakan penggunaan dana kalau jumlah biaya suatu periode
lebih besar dari pada jumlah penghasilannya timbulnya kerugian. Besarnya
penggunaan dana untuk biaya operasi ini akan dapat ditentukan dengan jalan
menganalisis laporan perhitungan rugi laba perusahaan tersebut, yaitu jumlah
depresiasi dan amortisasi periode tersebut.
b. Kerugian
yang diderita perusahaan karena adanya penjualan surat berharga atau efek
maupun kerugian yang insidentil lainnya. Diluar usaha pokok perusahaan harus
dilaporkan tersendiri dalam laporan kerja perusahaan dana. Hal ini dimaksudkan
agar laporan itu lebih informatif bagi para pembaca. Adapun kerugian yang rutin
atau insidentil akhirnya akan mengakibatkan berkurangnya dana perusahaan.
c. Adanya
pembentukan dana atau pemisahan aktiva lancar untuk tujuan- tujuan tertentu
dalam jangka panjang lainnya, misalnya dana pelunasan obligasi, dana pensiun
pegawai dan lain-lain.
d. Pembayaran
hutang-hutang jangka panjang yang meliputi hutang hipotik, hutang obligasi,
ataupun hutang jangka panjang lainnya mengakibatkan penarikan kembali untuk
atau seterusnya saham perusahaan yang beredar, atau adanya hutang jangka
panjang, diimbangi dengan berkurangnya aktiva lancar.
e. Adanya
penambahan atau pembelian aktiva tetap, investasi jangka panjang atau aktiva
lancar lainnya yang mengakibatkan berkurangnya aktiva lancar atau timbulnya
hutang lancar yang berakibat kurangnya dana.
f. Pengambilan
uang atau barang dagangan oleh pemilik perusahaan untuk kepentingan pribadi
(prive) atau adanya pengambilan bagian keuntungan oleh pemilik perusahaan
perorangan dan persekutuan atau adanya pembayaran deviden dalam perseroan
terbatas.
Berdasarkan
pengertian tersebut, maka dapat diasumsikan bahwa penggunaan dana terdiri dari:
a.
Bertambahnya aktiva lancar selain kas
b.
Bertambahnya aktiva tetap
c.
Berkurangnya setiap jenis hutang
d.
Berkurangnya modal
e.
Pembayaran cash dividend
f.
Adanya kerugian dalam operasinya perusahaan
2.5
Pentingnya Modal Bagi
Perusahaan
Modal atau dana sangat
penting bagi perusahaan karena merupakan unsur utama dalam sistem keuangan
perusahaan untuk melakukan kegiatan operasional, dimana perusahaan harus
mempunyai sejumlah dana seperti yang dikemukakan oleh Bambang Riyanto
(2001:5) yang antara lain digunakan untuk:
1) Meningkatkan jumlah aktiva perusahaan
2) Penurunan jumlah perusahaan
3) Kompensasi kerugian
4) Pembayaran dividen tunai
5) Pembelian kembali saham-saham perusahaan
Manfaat lain dari tersedianya dana
atau modal yang cukup bagi perusahaan adalah meningkatkan perusahaan dalam
melunasi kewajiban jangka pendek, dengan modal yang mencukupi perusahaan dapat
beroperasi dengan lebih efisien karena kesulitan dalam memperoleh
kebutuhan-kebutuhan operasi yang dibutuhkan mudah didapatkan, selain itu dengan
tersedianya modal yang memadai ini perusahaan dapat bertahan walaupun
perekonomian dalam keadaan krisis seperti yang dialami sekarang ini.
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Pembelanjaan di satu
pihak dipandang sebagai masalah penarikan modal, dan lain pihak dapat dipandang
sebagai masalah penggunaan modal. Bagi perusahaan yang membutuhkan dana,
perusahaan yang meminta atau menarik modal, masalahnya ialah bagaimana
perusahaan tersebut dapat memperoleh modal yang dibutuhkan dengan syarat-syarat
yang paling menguntungkan. Menurut Bambang Riyanto (2001:209)
sumber-sumber modal ditinjau dari dua aspek, yaitu:
Sumber
penawaran modal ditinjau dari asalnya dapat dibedakan menjadi:
a.
Sumber Internal (Internal Resource)
b.
Sumber Ekstenal (External Resource)
Menurut cara
terjadinya, sumber-sumber penawaran modal dapat diperoleh melalui :
a.
Tabungan Dari Subjek-Subjek Ekonomi
b.
Penciptaan atau Kreasi Uang oleh Bank
c.
Intensifikasi Penggunaan Modal
Modal
asing adalah modal yang berasal dari luar perusahaan yang sifatnya sementara
bekerja di dalam perusahaan dan bagi perusahaan yang bersangkutan modal tersebut
merupakan utang yang pada saatnya harus dibayar kembali. Dilihat dari jangka
penggunaan dana, maka dana yang digunakan perusahaan berasal dari sumber dana
jangka pendek, dana jangka menengah serta jangka panjang.
Martono
dan Hardjito (2002:218) Modal asing ini dapat
dikelompokkan menjadi 3 golongan yaitu :
a. Modal
Asing Jangka Pendek (Short-term debt)
b. Modal
Asing Jangka Menengah (intermediate-term debt)
c. Modal
Asing Jangka Panjang (long-term debt)
Modal sendiri adalah modal yang
berasalkan dari pemilik perusahaan dan tertanam dalam perusahaan untuk waktu
yang tidak tertentu lamanya. Modal sendiri selain berasal dari luar perusahaan
dapat juga berasal dari perusahaan sendiri, yaitu modal yang dihasilkan atau
dibentuk sendiri di dalam perusahaan. Modal sendiri yang berasal dari intern
ialah dalam bentuk keuntungan yang dihasilkan perusahaan, sedangkan modal
sendiri yang berasal dari sumber ekstern ialah modal yang berasal dari pemilik
perusahaan.
Modal atau dana sangat penting bagi
perusahaan karena merupakan unsur utama dalam sistem keuangan perusahaan untuk
melakukan kegiatan operasional, dimana perusahaan harus mempunyai sejumlah dana
seperti yang dikemukakan oleh Bambang Riyanto (2001:5) yang antara lain
digunakan untuk: Meningkatkan jumlah aktiva perusahaan, Penurunan jumlah
perusahaan, Kompensasi kerugian, Pembayaran dividen tunai dan Pembelian kembali
saham-saham perusahaan.
Manfaat lain dari tersedianya dana
atau modal yang cukup bagi perusahaan adalah meningkatkan perusahaan dalam
melunasi kewajiban jangka pendek, dengan modal yang mencukupi perusahaan dapat
beroperasi dengan lebih efisien karena kesulitan dalam memperoleh
kebutuhan-kebutuhan operasi yang dibutuhkan mudah didapatkan, selain itu dengan
tersedianya modal yang memadai ini perusahaan dapat bertahan walaupun
perekonomian dalam keadaan krisis seperti yang dialami sekarang ini.
3.2 Saran
Kami sebagai
penulis makalah ini, menyarankan kepada para pembaca agar mencari sumber lain
mengenai pembelanjaan perusahaan, khususnya materi mengenai sumber sumber dan
penggunaan modal dalam perusahaan agar lebih memahami dan semakin luas
wawasannya.
DAFTAR
PUSTAKA
Bambang,Riyanto. Dasar-Dasar
Pembelanjaan Perusahaan,Yogyakarta. 1997
PP Nomor 6 Tahun 2006 : tentang
Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah.
www.mandikdasmen.depdiknas.go.id
( Slide ”Pelaporan Barang Milik Negara Atas Dana Dekonsentrasi” ).
Mardiasmo, Otonomi dan
Manajemen Keuangan Daerah, Andi,
Yogyakarta, 2002.
Chabib Soleh dan Heru Rochmansjah, Pengelolaan
Keuangan Dan Aset Daerah, Sebuah Pendekatan Struktural Manuju Tata Kelola
Pemerintahan Yang Baik, Fokusmedia, Bandung, 2010.
Comments
Post a Comment