MAKALAH INTEGRASI DAN DISIPLIN KERJA
MAKALAH
INTEGRASI DAN DISIPLIN KERJA
Dosen
Pengampu: Endang Tirtana Putra SE,MM

Nama Kelompok 3
Wella Amelia
Sultani nanda utama
Muhammad ulfarozi
Ayatullah
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
INSTITUT TEKNOLOGI DAN ILMU SOSIAL KHATULISTIWA
YAYASAN PENDIDIKAN PASAMAN
2024
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, puji
syukur kami panjatkan kehadirat Allah SW, yang telah melimpahkan Rahmat,
Hidayah , dan Inayah- Nya sehingga kami dapat merampungka
npenyusunan makalah dengan judul “Integrasi dan Displin Kerja” tepat pada waktunya.
Penyusunan makalah semaksimal mungkin kami upayakan dan didukung bantuan
berbagai pihak, sehingga
dapat memperlanca rdalam
penyusunannya. Untuk itu tidak
lupa kami mengucapkan terimakasih
kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam merampungkan makalah ini.
Namun tidak lepas dari semua itu, kami menyadari sepenuh-nya bahw amasih
terdapat kekurangan baik dari segi penyusunan bahasa dan aspek lainnya. Oleh Karena itu, dengan lapang dada
kami membuka selebar-lebarnya pintu bagi para pembaca yang ingin memberi saran
maupun kritik demi memperbaiki makalah ini.
Akhirnya penyusun Sangat megharapkan semogadari makalah sederhana ini dapat diambi lmanfaatnya dan besar
keinginan kami dapat menginspirasi para pembaca unutk mengangkat permasalahan lain yang relevan
pada makalah-makalah selanjutnya.
Ophir, 15 April 2024
Penyusun
DAFTAR ISI
A. Pengertian Integrasi dan Disiplin
B. Tujuan Integrasi Dan Disiplin
C.Tahapan Dan Proses Integrasi Dan Disiplin
D. Masalah yang Sering Muncul dalam Proses Integrasi dan Disiplin SDM
E. Tantangan dan Isu dalam Integrasi dan Disiplin SDM
BAB III PENUTUP
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pada zaman modern sekarang ini sumber daya manusia
(SDM) harus mampu menyikapi perubahan dan persaingan yang setiap saat terjadi baik dari segi kemampuan (skill) dan sikap (attitude) dan mereka harus berusaha untuk meningkatkan
kemampuan dan memperbaiki sikap mereka , karena kebanyakan SDM sekarang ini kurang pembinaan dan
pembangunan, padahal itu yang mereka butuhkan untuk tetap bertahan
di era globalisasi yang selalu mengalami
perubahan dan peningkatan. Dan integrasi
dan disiplin sangat
penting terhadap SDM agar
kwalitasnya meningkat dan terus terjaga.
Misalnya agar prestasi
seorang pegawai mengalami peningkatan maka terlebih dahulu
harus meningkatkan dsiplin
diri karena merupakan salah satu
kriteria untuk menjadi sukses karena arti disiplin itu sendiri untuk melakukan
sesuatu hal secara teratur dan konsisten
untuk mencapai tujuan . dan yang kedua adalah untuk meningkatkan integritas diri karena integritas bukanlah
apa yang dilakukan melainkan lebih kepada siapa diri sebenarnya pada akhirnya kan menetapkan apa yang dilakukan
untuk mencapai tujuan kerja yang diinginkan .
Integritas membantu seseorang mengambil keputusan
antara apa yang ingin dilakukan . integritas menetapkan siapa dirinya dan
bagaimana orang tersebut akan memberikan tanggapan bahkan sebelum konflik
muncul . dengan kata lain lebih ditekankan kepada profesionalisme SDM.
Seseorang yang memiliki integritas yang baik dalam pekerjaannya ia seseorang
yang menyadari arti pentingnya ia di dalam perusahaan tersebut. Karena dalam peningkatan
sumber daya manusia tidak bisa dilepaskan dari kemauan , integritas, dan
disiplin. Selain itu untuk
mempengaruhi sikap dan perilaku karyawan
kepada yang di inginkan , manajer harus memahami
sifat daan motif apa yang mendorong mereka
mau bekerja didalam
perusahaan ,Dan kemampuan perusahaan dalam mempertahankan
karyawan merupakan konsep kualitatif yang mendukung berkembangnya kemampuan
SDM. Karena perusahaan dapat mempertahankan karyawan yang memiliki kinerja
bagus. Selain itu , untuk mempertahankan karyawan dapat dilakukan melalui
rewarding system, job security, pengembangan dan pelatihan , pemberdayaan dan
memupuk sense of beloging.
B. Rumusan Masalah
1. Menjelaskan Integrasi Dan Disiplin Sdm
Konsep Dasar Dan Tujuan
2. Menjelaskan Tahapan Dan Proses Integrasi
Dan Disiplin Sdm
3. Menjelaskan Masalah Yang Muncul Dalam
Integrasi Dan Disiplin Sdm
4. Menjelaskan Tantangan dan isu strategis
dalam integrasi dan disiplin sdm
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Integrasi dan Disiplin
Kerja Integrasi Integrasi berasal dari bahasa
Inggris“integration” yang berarti kesempurnaan atau keseluruhan dan kata
integrasi juga berasal dari kata sifat latin integer (utuh.lengkap). Integrasi
sosial dimaknai sebagai proses penyesuaian di antara unsur-unsur yang saling
berbeda dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan
masyarakat yang memiliki keserasian fungsi.
Dalam konteks ini, Integrasi adalah rasa bathin
“keutuhan” yang berasal dari kualitas
seperti kejujuran dan konsistensi karakter. Dengan demikian, orang dapat
menilai bahwa orang lian “memiliki integritas” sejauh mereka bertindak menurut,
keyakinan nilai-nilai dan prinsip- prinsip mereka. Definisi lain mengenai
integrasi adalah suatu keadaan dimana kelompok- kelompok etnik beradaptasi dan
bersikap komformitas terhadap kebudaayaan mayoritas masyarakat, namun masih
tetap mempertahankan kebudayaan mereka masing-masing.
Integritas memiliki 2 pengertian, yaitu :
•
Pengendalian terhadap konflik dan penyimpangan sosial dalam suatu sistem sosial tertentu
•
Membuat suatu keseluruhan dan menyatukan unsur-unsur tertentu
Integritas
(Integrity) adalah bertindak konsisten sesuai dengan nilai-nilai dan kebijakan
organisasi serta kode etik profesi, walaupun dalam keadaan yang sulit untuk
melakukan ini. Dengan kata lain, “satunya kata dengan perbuatan”.
Mengkomunikasikan maksud, ide dan perasaan secara terbuka, jujur dan langsung
sekalipun dalam negosiasi yang sulit dengan pihak lain.
Integritas
(menurut kamus kompetensi) adalah bertindak konsisten sesuai dengan kebijakan
dan kode etik perusahaan. Memiliki pemahaman dan keinginan untuk menyesuaikan
diri dengaan kebijakan dan etika tersebut, dan bertindak secara konsisten walaupun
sulit untuk melakukannya.
Integrasi adalah konsep konsistensi tindakan, nilai-nilai. Metode,
langkah-langkah, prinsip , harapan, dan hasil. Dalam etika, integrasi dianggap
sebagai kejujuran dan kebenaran atau akurasi
dari tindakan seseorang. Integritas dapat dianggap sebagai kebalikan dari
kemunafikan, dalam bahwa hal konsistensi internal sebagai kebajikan dan
menunjukan bahwa ternyata pihak yang memiliki nilai-nilai yang bersengketa
harus menjelaskan perbedaan itu atau mengubah kepercayaan mereka.
Integritas adalah fondasi yang diperlukan sistem apapun berdasarkan
supremasi hukum dan objektivitas dan merupakan
salah satu yang paling penting
dan sering mengutip
istilah kebajikan.
Definisi disiplin kerja
Disiplin
kerja adalah suatu alat yang digunakan para manager untuk berkomunikasi dengan
karyawan agar mereka bersedia untuk mengubah suatu perilaku serta sebagai suatu
upaya untuk meningkatakan kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua
peraturan perusahaan dan norma-norma social yang berlaku. Sebagai contoh,
beberapa karyawan terbiasa terlambat untuk bekerja, mengabaikan prosedur keselamatan, melalaikan pekerjaan detail yang
diperlukan untuk pekerjaan mereka, tindakan yang tidak sopan ke pelanggan, atau
terlibat dalam tindakan yang tidak pantas. Disiplin karyawan memerlukan alat
komunikasi, terutama pada peringatan yang bersifat spesifik terhadap karyawan
yang tidak mau berubah sifat dan perilakunya. Penegakan disiplin karyawan
biasanya dilakukan oleh penyelia. Sedangkan kesadaran adalah sikap seseorang
yang secara sukarela mentaati semua peraturan dan sadar akan tugas dan tanggung
jawabnya. Sehingga seorang karyawan yang dikatakan memiliki disiplin kerja yang
tinggi jika yang bersangkutan konsekuen, konsisten, taat asas, bertanggung
jawab atas tugas yang diamanahkan kepadanya.
B. Tujuan Integrasi Dan Disiplin
Integrasi dan disiplin SDM
melibatkan penggabungan individu ke dalam organisasi serta penerapan aturan dan
kebijakan untuk memastikan kinerja yang efektif. Konsep dasar dari integrasi
dan disiplin SDM meliputi:
1. Integrasi SDM
- Deskripsi: Integrasi SDM mengacu pada proses
menyatukan individu ke dalam organisasi dan memastikan bahwa mereka dapat
beradaptasi dengan budaya, nilai, dan tuntutan pekerjaan perusahaan.
- Tujuan: Menciptakan lingkungan kerja yang
harmonis, meningkatkan produktivitas, dan memastikan bahwa karyawan dapat
berkontribusi secara maksimal.
2. Disiplin SDM
- Deskripsi: Disiplin SDM melibatkan penerapan
aturan, prosedur, dan sanksi yang sesuai untuk memastikan karyawan
mematuhi kebijakan perusahaan dan standar kinerja yang ditetapkan.
- Tujuan: Menciptakan lingkungan kerja yang
teratur, mendorong kinerja yang konsisten, dan meminimalkan perilaku yang
merugikan.
Tujuan Integrasi
dan Disiplin SDM
Tujuan dari integrasi dan disiplin
SDM sangat penting dalam mencapai keberhasilan organisasi dan kesejahteraan
karyawan. Beberapa tujuan utama dari integrasi dan disiplin SDM antara lain:
1. Meningkatkan
Produktivitas
- Memastikan bahwa karyawan dapat beradaptasi dengan
lingkungan kerja dan fokus pada tugas mereka dengan efektif.
2. Menciptakan
Lingkungan Kerja yang Harmonis
- Membangun budaya perusahaan yang inklusif,
kolaboratif, dan mendukung pertumbuhan individu.
3. Memastikan
Kepatuhan terhadap Kebijakan Perusahaan
- Menjamin bahwa karyawan mematuhi aturan, prosedur,
dan kebijakan perusahaan untuk menjaga tata tertib dan konsistensi.
4. Mendorong
Pertumbuhan Karir dan Pengembangan Karyawan
- Memberikan bimbingan dan pengembangan kepada
karyawan untuk meningkatkan kompetensi dan memperluas keterampilan mereka.
5. Meminimalkan
Konflik dan Ketidakpuasan
- Mengidentifikasi dan menangani konflik dengan cepat
serta memastikan kepuasan karyawan untuk menjaga stabilitas organisasi.
C.Tahapan Dan Proses Integrasi Dan Disiplin
1. Tahapan
Integrasi dan Disiplin SDM
Proses integrasi dan disiplin SDM
melibatkan beberapa tahapan yang perlu diikuti untuk memastikan keberhasilan.
Berikut adalah tahapan yang umumnya ditempuh:
1. Perencanaan Sumber Daya Manusia
- Deskripsi: Tahap ini
melibatkan identifikasi kebutuhan SDM, perencanaan kebijakan, dan
pengembangan prosedur yang akan memandu integrasi dan disiplin SDM.
- Tujuan:
Memastikan bahwa organisasi memiliki jumlah, tipe, dan kualitas SDM yang
diperlukan untuk mencapai tujuan bisnisnya.
2. Perekrutan dan Seleksi
- Deskripsi: Tahap ini
melibatkan proses perekrutan, seleksi, dan penempatan individu yang tepat
sesuai dengan kebutuhan organisasi.
- Tujuan:
Memastikan bahwa organisasi mendapatkan individu yang memiliki
keterampilan, pengetahuan, dan pengalaman yang sesuai dengan posisi yang
tersedia.
3. Orientasi dan Integrasi
- Deskripsi: Tahap ini
melibatkan penyambutan dan integrasi karyawan baru ke dalam organisasi,
memberikan informasi tentang budaya, kebijakan, dan prosedur perusahaan.
- Tujuan:
Memastikan bahwa karyawan baru dapat beradaptasi dengan lingkungan kerja
dan menjadi produktif sesegera mungkin.
4. Pengembangan dan Pelatihan
- Deskripsi: Tahap ini
melibatkan pengembangan keterampilan, pengetahuan, dan sikap karyawan
melalui pelatihan dan pengembangan.
- Tujuan:
Meningkatkan kompetensi karyawan dan memastikan bahwa mereka dapat
berkontribusi secara maksimal sesuai dengan tuntutan pekerjaan.
5. Evaluasi Kinerja
- Deskripsi: Tahap ini
melibatkan evaluasi kinerja karyawan secara teratur untuk memberikan umpan
balik, pengakuan, dan pengembangan karir.
- Tujuan:
Memastikan bahwa karyawan bekerja sesuai dengan standar yang ditetapkan
dan memberikan kontribusi yang sesuai.
6. Manajemen Kinerja dan Penghargaan
- Deskripsi: Tahap ini
melibatkan manajemen kinerja yang efektif dan penghargaan yang layak untuk
kinerja yang baik.
- Tujuan: Mendorong
kinerja yang tinggi dan memotivasi karyawan untuk mencapai tujuan individu
dan organisasi.
2. Proses
Integrasi dan Disiplin SDM
Proses integrasi dan disiplin SDM
melibatkan serangkaian tindakan yang diambil untuk memastikan bahwa SDM bekerja
secara efektif dan sesuai dengan kebijakan perusahaan. Proses ini mencakup:
- Penyusunan kebijakan dan prosedur SDM yang jelas.
- Implementasi sistem perekrutan, seleksi, dan
orientasi yang efektif.
- Pelaksanaan program pengembangan dan pelatihan yang
sesuai.
- Evaluasi kinerja yang berkala dan objektif.
- Pengelolaan konflik dan disiplin secara konsisten
D. Masalah yang Sering Muncul dalam Proses Integrasi dan Disiplin SDM
1. Ketidakcocokan Budaya Organisasi
- Deskripsi: Ketidakcocokan budaya organisasi terjadi
ketika nilai, keyakinan, atau praktik karyawan baru tidak sejalan dengan
budaya perusahaan yang sudah ada.
- Contoh: Sebuah perusahaan yang memiliki budaya kerja
kolaboratif dan terbuka merekrut seorang manajer yang lebih suka bekerja
secara otoriter dan memegang kendali penuh.
- Dampak: Ketidakcocokan budaya organisasi dapat
menyebabkan konflik internal, menurunnya produktivitas, dan penurunan
kepuasan kerja karyawan.
2. Kurangnya Komunikasi yang Efektif
- Deskripsi: Kurangnya komunikasi yang efektif antara
manajemen dan karyawan dapat menghambat integrasi SDM. Informasi yang
tidak jelas atau tidak tepat waktu dapat menyebabkan kebingungan dan
ketidakpastian di antara karyawan.
- Contoh: Perusahaan mengubah kebijakan kesejahteraan
karyawan tanpa memberikan penjelasan yang memadai kepada karyawan.
- Dampak: Kurangnya komunikasi yang efektif dapat
menyebabkan ketidakpuasan karyawan, resistensi terhadap perubahan, dan
penurunan kinerja.
3. Kurangnya Keselarasan Tujuan
- Deskripsi: Kurangnya keselarasan tujuan antara
departemen atau tim dalam organisasi dapat menghambat integrasi SDM.
Ketika tujuan individu tidak sejalan dengan tujuan organisasi, hal ini
dapat menciptakan ketegangan dan persaingan internal.
- Contoh: Tim pemasaran berusaha untuk meningkatkan
penjualan dengan strategi diskon yang agresif, sementara tim produksi
berfokus pada efisiensi biaya.
- Dampak: Kurangnya keselarasan tujuan dapat
mengakibatkan konflik antar tim, penurunan kolaborasi, dan penurunan
kinerja organisasi secara keseluruhan
E. Tantangan dan
Isu dalam Integrasi dan Disiplin SDM
1. Ketidakcocokan Budaya Organisasi
- Deskripsi: Ketika nilai,
keyakinan, atau praktik karyawan tidak sejalan dengan budaya perusahaan,
dapat muncul konflik dan ketidaknyamanan.
- Dampak: Menurunnya
produktivitas, peningkatan tingkat pergantian karyawan, dan konflik
internal.
2. Kurangnya Keterlibatan dan Komunikasi
- Deskripsi: Kurangnya
keterlibatan karyawan dalam proses integrasi, serta kurangnya komunikasi
yang efektif dari manajemen, dapat mengakibatkan ketidakpastian dan
ketidakpuasan.
- Dampak: Menurunnya motivasi
karyawan, penurunan loyalitas, dan peningkatan konflik.
3. Perubahan Organisasi yang Cepat
- Deskripsi: Perubahan yang
cepat dalam organisasi, seperti restrukturisasi atau fusi perusahaan,
dapat mengganggu integrasi dan disiplin SDM yang sudah ada.
- Dampak: Kecemasan karyawan,
penurunan kinerja, dan resistensi terhadap perubahan.
4. Kesenjangan Keterampilan dan Kompetensi
- Deskripsi: Kesenjangan antara
keterampilan yang dimiliki karyawan dan kebutuhan organisasi dapat
menghambat integrasi yang efektif.
- Dampak: Penurunan
produktivitas, peningkatan waktu untuk pelatihan, dan ketidakmampuan untuk
mencapai tujuan strategis.
Isu Strategis dalam Integrasi dan Disiplin SDM
1. Kebijakan dan Prosedur yang Jelas
- Langkah
Strategis: Mengembangkan kebijakan dan prosedur yang jelas, transparan, dan
dapat diakses oleh semua karyawan. Memastikan bahwa kebijakan tersebut
diperbarui secara teratur sesuai dengan kebutuhan organisasi.
2. Komunikasi dan Keterlibatan Karyawan
- Langkah
Strategis: Membangun platform komunikasi yang efektif, seperti forum
karyawan, sesi tanya jawab, dan survei kepuasan karyawan. Melibatkan
karyawan dalam proses pengambilan keputusan dan memberikan umpan balik
secara terbuka.
3. Manajemen Perubahan yang Efektif
- Langkah
Strategis: Melibatkan karyawan dalam perencanaan dan pelaksanaan perubahan,
menyediakan pelatihan dan dukungan yang diperlukan, serta memastikan
komunikasi yang jelas tentang alasan dan manfaat perubahan.
4. Pengembangan Keterampilan dan Kompetensi
- Langkah
Strategis: Membangun program pengembangan karyawan yang komprehensif,
mengidentifikasi kesenjangan keterampilan, dan menyediakan pelatihan yang
sesuai dengan kebutuhan individu dan organisasi.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Integrasi meliputi usaha menciptakan kondisi
integrasi atau persamaan kepentingan antara tenaga kerja dengan organisasi,
yang telah menyangkut masalah motivasi, konflik dan konseling. Integrasi
merupakan fungsi operasional SDM dan kunci keberhasilan perusahaan yaitu,
memanfaatkan sumber daya manusia agar bersedia bekerja dengan sungguh-sungguh
berpartisipasi dalam mencapai tujuan organisasi / perusahaan dan memperhatikan
kebutuhan karyawan.
Disiplin dapat meningkatkan integritas yang ditujukan
kepada karyawan agar membentuk
kepribadian yang jujur, rendah hati. Perkembangan disiplin ditujukan kepada
pemantapan diri yang menyangkut SDM dan organisasi dalam rangka mewujudkan
kwalitas yang memiliki integritas kepribadian luhur dan berakhlak mulia.
B. Saran
Melalui penerapan integrasi dan
disiplin sumber daya manusia yang efektif, perusahaan dapat memastikan bahwa
karyawan merasa terlibat, produktif, dan berkontribusi secara positif terhadap
tujuan organisasi. Dengan demikian, integrasi dan disiplin sumber daya manusia
tidak hanya berdampak pada kinerja bisnis, tetapi juga pada kepuasan karyawan
dan citra perusahaan secara keseluruhan.
Dan penting untuk menekankan bahwa
integrasi dan disiplin sumber daya manusia tidak hanya menjadi tanggung jawab
departemen sumber daya manusia, tetapi juga merupakan tanggung jawab seluruh
manajemen dan kepemimpinan organisasi. Dengan memprioritaskan integrasi dan
disiplin sumber daya manusia, perusahaan dapat menciptakan lingkungan kerja
yang inklusif, produktif, dan memungkinkan pertumbuhan baik bagi individu maupun
organisasi secara keseluruhan.
DAFTAR
PUSTAKA
Sofyandi, Herman.
Manajemen Sumber Daya Manusia. ( Yogyakarta: GRAHA ILMU. 2013).
Handoko, T. Hani, Manajemen Personalia Dan Sumber Daya Manusia, Edisi Kedua. (Yogyakarta: BPFE.1987).
Hasibuan, Malayu S.P, Edisi Revisi, Manajemen Sumber Daya Manusia. (Jakarta: Bumi Aksar
Comments
Post a Comment