MAKALAH INTEGRASI DAN DISIPLIN KERJA

 

MAKALAH

INTEGRASI DAN DISIPLIN KERJA

 

Dosen Pengampu: Endang Tirtana Putra SE,MM

 

 

 

Description: Description: Description: Description: Description: Description: Description: Description: C:\Users\user\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.Word\FB_IMG_16520770832882533.jpg

 

Nama Kelompok 3

 

Wella Amelia

Sultani nanda utama

Muhammad ulfarozi

Ayatullah

 

 

PROGRAM STUDI MANAJEMEN

INSTITUT TEKNOLOGI DAN ILMU SOSIAL KHATULISTIWA

YAYASAN PENDIDIKAN PASAMAN

2024

 


KATA PENGANTAR

 

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SW, yang telah melimpahkan Rahmat, Hidayah , dan Inayah- Nya sehingga kami dapat merampungka npenyusunan makalah dengan judul “Integrasi dan Displin Kerja” tepat pada waktunya.

Penyusunan makalah semaksimal mungkin kami upayakan dan didukung bantuan berbagai pihak, sehingga dapat memperlanca rdalam penyusunannya. Untuk itu tidak lupa kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam merampungkan makalah ini.

Namun tidak lepas dari semua itu, kami menyadari sepenuh-nya bahw amasih terdapat kekurangan baik dari segi penyusunan bahasa dan aspek lainnya. Oleh Karena itu, dengan lapang dada kami membuka selebar-lebarnya pintu bagi para pembaca yang ingin memberi saran maupun kritik demi memperbaiki makalah ini.

Akhirnya penyusun Sangat megharapkan semogadari makalah sederhana ini dapat diambi lmanfaatnya dan besar keinginan kami dapat menginspirasi para pembaca unutk mengangkat permasalahan lain yang relevan pada makalah-makalah selanjutnya.

 

 

 

 

Ophir,  15 April 2024

 

 

                                                                                                               Penyusun



BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pada zaman modern sekarang ini sumber daya manusia (SDM) harus mampu menyikapi perubahan dan persaingan yang setiap saat terjadi baik dari segi kemampuan (skill) dan sikap (attitude) dan mereka harus berusaha untuk meningkatkan kemampuan dan memperbaiki sikap mereka , karena kebanyakan SDM sekarang ini kurang pembinaan dan pembangunan, padahal itu yang mereka butuhkan untuk tetap bertahan di era globalisasi yang selalu mengalami perubahan dan peningkatan. Dan integrasi dan disiplin sangat penting terhadap SDM agar kwalitasnya meningkat dan terus terjaga. Misalnya agar prestasi seorang pegawai mengalami peningkatan maka terlebih dahulu harus meningkatkan dsiplin diri karena merupakan salah satu kriteria untuk menjadi sukses karena arti disiplin itu sendiri untuk melakukan sesuatu hal secara teratur dan konsisten untuk mencapai tujuan . dan yang kedua adalah untuk meningkatkan integritas diri karena integritas bukanlah apa yang dilakukan melainkan lebih kepada siapa diri sebenarnya pada akhirnya kan menetapkan apa yang dilakukan untuk mencapai tujuan kerja yang diinginkan .

Integritas membantu seseorang mengambil keputusan antara apa yang ingin dilakukan . integritas menetapkan siapa dirinya dan bagaimana orang tersebut akan memberikan tanggapan bahkan sebelum konflik muncul . dengan kata lain lebih ditekankan kepada profesionalisme SDM. Seseorang yang memiliki integritas yang baik dalam pekerjaannya ia seseorang yang menyadari arti pentingnya ia di dalam perusahaan tersebut. Karena dalam peningkatan sumber daya manusia tidak bisa dilepaskan dari kemauan , integritas, dan disiplin. Selain itu untuk mempengaruhi sikap dan perilaku karyawan kepada yang di inginkan , manajer harus memahami sifat daan motif apa yang mendorong mereka mau bekerja didalam perusahaan ,Dan kemampuan perusahaan dalam mempertahankan karyawan merupakan konsep kualitatif yang mendukung berkembangnya kemampuan SDM. Karena perusahaan dapat mempertahankan karyawan yang memiliki kinerja bagus. Selain itu , untuk mempertahankan karyawan dapat dilakukan melalui rewarding system, job security, pengembangan dan pelatihan , pemberdayaan dan memupuk sense of beloging.


 

B. Rumusan Masalah

1.      Menjelaskan Integrasi Dan Disiplin Sdm Konsep Dasar Dan Tujuan

2.      Menjelaskan Tahapan Dan Proses Integrasi Dan Disiplin Sdm

3.      Menjelaskan Masalah Yang Muncul Dalam Integrasi Dan Disiplin Sdm

4.      Menjelaskan Tantangan dan isu strategis dalam integrasi dan disiplin sdm


BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Integrasi dan Disiplin

          Kerja Integrasi Integrasi berasal dari bahasa Inggris“integration” yang berarti kesempurnaan atau keseluruhan dan kata integrasi juga berasal dari kata sifat latin integer (utuh.lengkap). Integrasi sosial dimaknai sebagai proses penyesuaian di antara unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memiliki keserasian fungsi.

Dalam konteks ini, Integrasi adalah rasa bathin “keutuhan” yang berasal dari kualitas seperti kejujuran dan konsistensi karakter. Dengan demikian, orang dapat menilai bahwa orang lian “memiliki integritas” sejauh mereka bertindak menurut, keyakinan nilai-nilai dan prinsip- prinsip mereka. Definisi lain mengenai integrasi adalah suatu keadaan dimana kelompok- kelompok etnik beradaptasi dan bersikap komformitas terhadap kebudaayaan mayoritas masyarakat, namun masih tetap mempertahankan kebudayaan mereka masing-masing.

Integritas memiliki 2 pengertian, yaitu :

    Pengendalian terhadap konflik dan penyimpangan sosial dalam suatu sistem sosial tertentu

    Membuat suatu keseluruhan dan menyatukan unsur-unsur tertentu

 

          Integritas (Integrity) adalah bertindak konsisten sesuai dengan nilai-nilai dan kebijakan organisasi serta kode etik profesi, walaupun dalam keadaan yang sulit untuk melakukan ini. Dengan kata lain, “satunya kata dengan perbuatan”. Mengkomunikasikan maksud, ide dan perasaan secara terbuka, jujur dan langsung sekalipun dalam negosiasi yang sulit dengan pihak lain.

          Integritas (menurut kamus kompetensi) adalah bertindak konsisten sesuai dengan kebijakan dan kode etik perusahaan. Memiliki pemahaman dan keinginan untuk menyesuaikan diri dengaan kebijakan dan etika tersebut, dan bertindak secara konsisten walaupun sulit untuk melakukannya.

Integrasi adalah konsep konsistensi tindakan, nilai-nilai. Metode, langkah-langkah, prinsip , harapan, dan hasil. Dalam etika, integrasi dianggap sebagai kejujuran dan kebenaran atau akurasi dari tindakan seseorang. Integritas dapat dianggap sebagai kebalikan dari kemunafikan, dalam bahwa hal konsistensi internal sebagai kebajikan dan menunjukan bahwa ternyata pihak yang memiliki nilai-nilai yang bersengketa harus menjelaskan perbedaan itu atau mengubah kepercayaan mereka.

Integritas adalah fondasi yang diperlukan sistem apapun berdasarkan supremasi hukum dan objektivitas dan merupakan salah satu yang paling penting dan sering mengutip istilah kebajikan.

Definisi disiplin kerja

          Disiplin kerja adalah suatu alat yang digunakan para manager untuk berkomunikasi dengan karyawan agar mereka bersedia untuk mengubah suatu perilaku serta sebagai suatu upaya untuk meningkatakan kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma social yang berlaku. Sebagai contoh, beberapa karyawan terbiasa terlambat untuk bekerja, mengabaikan prosedur keselamatan, melalaikan pekerjaan detail yang diperlukan untuk pekerjaan mereka, tindakan yang tidak sopan ke pelanggan, atau terlibat dalam tindakan yang tidak pantas. Disiplin karyawan memerlukan alat komunikasi, terutama pada peringatan yang bersifat spesifik terhadap karyawan yang tidak mau berubah sifat dan perilakunya. Penegakan disiplin karyawan biasanya dilakukan oleh penyelia. Sedangkan kesadaran adalah sikap seseorang yang secara sukarela mentaati semua peraturan dan sadar akan tugas dan tanggung jawabnya. Sehingga seorang karyawan yang dikatakan memiliki disiplin kerja yang tinggi jika yang bersangkutan konsekuen, konsisten, taat asas, bertanggung jawab atas tugas yang diamanahkan kepadanya.

B. Tujuan Integrasi Dan Disiplin

            Integrasi dan disiplin SDM melibatkan penggabungan individu ke dalam organisasi serta penerapan aturan dan kebijakan untuk memastikan kinerja yang efektif. Konsep dasar dari integrasi dan disiplin SDM meliputi:

1. Integrasi SDM

  • Deskripsi: Integrasi SDM mengacu pada proses menyatukan individu ke dalam organisasi dan memastikan bahwa mereka dapat beradaptasi dengan budaya, nilai, dan tuntutan pekerjaan perusahaan.
  • Tujuan: Menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, meningkatkan produktivitas, dan memastikan bahwa karyawan dapat berkontribusi secara maksimal.

2. Disiplin SDM

  • Deskripsi: Disiplin SDM melibatkan penerapan aturan, prosedur, dan sanksi yang sesuai untuk memastikan karyawan mematuhi kebijakan perusahaan dan standar kinerja yang ditetapkan.
  • Tujuan: Menciptakan lingkungan kerja yang teratur, mendorong kinerja yang konsisten, dan meminimalkan perilaku yang merugikan.

Tujuan Integrasi dan Disiplin SDM

            Tujuan dari integrasi dan disiplin SDM sangat penting dalam mencapai keberhasilan organisasi dan kesejahteraan karyawan. Beberapa tujuan utama dari integrasi dan disiplin SDM antara lain:

1. Meningkatkan Produktivitas

  • Memastikan bahwa karyawan dapat beradaptasi dengan lingkungan kerja dan fokus pada tugas mereka dengan efektif.

2. Menciptakan Lingkungan Kerja yang Harmonis

  • Membangun budaya perusahaan yang inklusif, kolaboratif, dan mendukung pertumbuhan individu.

3. Memastikan Kepatuhan terhadap Kebijakan Perusahaan

  • Menjamin bahwa karyawan mematuhi aturan, prosedur, dan kebijakan perusahaan untuk menjaga tata tertib dan konsistensi.

4. Mendorong Pertumbuhan Karir dan Pengembangan Karyawan

  • Memberikan bimbingan dan pengembangan kepada karyawan untuk meningkatkan kompetensi dan memperluas keterampilan mereka.

5. Meminimalkan Konflik dan Ketidakpuasan

  • Mengidentifikasi dan menangani konflik dengan cepat serta memastikan kepuasan karyawan untuk menjaga stabilitas organisasi.

 

C.Tahapan Dan  Proses Integrasi Dan Disiplin

1. Tahapan Integrasi dan Disiplin SDM

            Proses integrasi dan disiplin SDM melibatkan beberapa tahapan yang perlu diikuti untuk memastikan keberhasilan. Berikut adalah tahapan yang umumnya ditempuh:

1. Perencanaan Sumber Daya Manusia

  • Deskripsi: Tahap ini melibatkan identifikasi kebutuhan SDM, perencanaan kebijakan, dan pengembangan prosedur yang akan memandu integrasi dan disiplin SDM.
  • Tujuan: Memastikan bahwa organisasi memiliki jumlah, tipe, dan kualitas SDM yang diperlukan untuk mencapai tujuan bisnisnya.

 

 

2. Perekrutan dan Seleksi

  • Deskripsi: Tahap ini melibatkan proses perekrutan, seleksi, dan penempatan individu yang tepat sesuai dengan kebutuhan organisasi.
  • Tujuan: Memastikan bahwa organisasi mendapatkan individu yang memiliki keterampilan, pengetahuan, dan pengalaman yang sesuai dengan posisi yang tersedia.

3. Orientasi dan Integrasi

  • Deskripsi: Tahap ini melibatkan penyambutan dan integrasi karyawan baru ke dalam organisasi, memberikan informasi tentang budaya, kebijakan, dan prosedur perusahaan.
  • Tujuan: Memastikan bahwa karyawan baru dapat beradaptasi dengan lingkungan kerja dan menjadi produktif sesegera mungkin.

4. Pengembangan dan Pelatihan

  • Deskripsi: Tahap ini melibatkan pengembangan keterampilan, pengetahuan, dan sikap karyawan melalui pelatihan dan pengembangan.
  • Tujuan: Meningkatkan kompetensi karyawan dan memastikan bahwa mereka dapat berkontribusi secara maksimal sesuai dengan tuntutan pekerjaan.

5. Evaluasi Kinerja

  • Deskripsi: Tahap ini melibatkan evaluasi kinerja karyawan secara teratur untuk memberikan umpan balik, pengakuan, dan pengembangan karir.
  • Tujuan: Memastikan bahwa karyawan bekerja sesuai dengan standar yang ditetapkan dan memberikan kontribusi yang sesuai.

6. Manajemen Kinerja dan Penghargaan

  • Deskripsi: Tahap ini melibatkan manajemen kinerja yang efektif dan penghargaan yang layak untuk kinerja yang baik.
  • Tujuan: Mendorong kinerja yang tinggi dan memotivasi karyawan untuk mencapai tujuan individu dan organisasi.

2. Proses Integrasi dan Disiplin SDM

            Proses integrasi dan disiplin SDM melibatkan serangkaian tindakan yang diambil untuk memastikan bahwa SDM bekerja secara efektif dan sesuai dengan kebijakan perusahaan. Proses ini mencakup:

  • Penyusunan kebijakan dan prosedur SDM yang jelas.
  • Implementasi sistem perekrutan, seleksi, dan orientasi yang efektif.
  • Pelaksanaan program pengembangan dan pelatihan yang sesuai.
  • Evaluasi kinerja yang berkala dan objektif.
  • Pengelolaan konflik dan disiplin secara konsisten

 

 D. Masalah yang Sering Muncul dalam Proses Integrasi dan Disiplin SDM

            Berikut adalah beberapa masalah yang sering dihadapi dalam proses integrasi dan disiplin sumber daya manusia beserta contoh konkret dan analisis dampaknya terhadap organisasi:

1. Ketidakcocokan Budaya Organisasi

  • Deskripsi: Ketidakcocokan budaya organisasi terjadi ketika nilai, keyakinan, atau praktik karyawan baru tidak sejalan dengan budaya perusahaan yang sudah ada.
  • Contoh: Sebuah perusahaan yang memiliki budaya kerja kolaboratif dan terbuka merekrut seorang manajer yang lebih suka bekerja secara otoriter dan memegang kendali penuh.
  • Dampak: Ketidakcocokan budaya organisasi dapat menyebabkan konflik internal, menurunnya produktivitas, dan penurunan kepuasan kerja karyawan.

2. Kurangnya Komunikasi yang Efektif

  • Deskripsi: Kurangnya komunikasi yang efektif antara manajemen dan karyawan dapat menghambat integrasi SDM. Informasi yang tidak jelas atau tidak tepat waktu dapat menyebabkan kebingungan dan ketidakpastian di antara karyawan.
  • Contoh: Perusahaan mengubah kebijakan kesejahteraan karyawan tanpa memberikan penjelasan yang memadai kepada karyawan.
  • Dampak: Kurangnya komunikasi yang efektif dapat menyebabkan ketidakpuasan karyawan, resistensi terhadap perubahan, dan penurunan kinerja.

3. Kurangnya Keselarasan Tujuan

  • Deskripsi: Kurangnya keselarasan tujuan antara departemen atau tim dalam organisasi dapat menghambat integrasi SDM. Ketika tujuan individu tidak sejalan dengan tujuan organisasi, hal ini dapat menciptakan ketegangan dan persaingan internal.
  • Contoh: Tim pemasaran berusaha untuk meningkatkan penjualan dengan strategi diskon yang agresif, sementara tim produksi berfokus pada efisiensi biaya.
  • Dampak: Kurangnya keselarasan tujuan dapat mengakibatkan konflik antar tim, penurunan kolaborasi, dan penurunan kinerja organisasi secara keseluruhan

 

 

 

E. Tantangan dan Isu dalam Integrasi dan Disiplin SDM

1. Ketidakcocokan Budaya Organisasi

  • Deskripsi: Ketika nilai, keyakinan, atau praktik karyawan tidak sejalan dengan budaya perusahaan, dapat muncul konflik dan ketidaknyamanan.
  • Dampak: Menurunnya produktivitas, peningkatan tingkat pergantian karyawan, dan konflik internal.

2. Kurangnya Keterlibatan dan Komunikasi

  • Deskripsi: Kurangnya keterlibatan karyawan dalam proses integrasi, serta kurangnya komunikasi yang efektif dari manajemen, dapat mengakibatkan ketidakpastian dan ketidakpuasan.
  • Dampak: Menurunnya motivasi karyawan, penurunan loyalitas, dan peningkatan konflik.

3. Perubahan Organisasi yang Cepat

  • Deskripsi: Perubahan yang cepat dalam organisasi, seperti restrukturisasi atau fusi perusahaan, dapat mengganggu integrasi dan disiplin SDM yang sudah ada.
  • Dampak: Kecemasan karyawan, penurunan kinerja, dan resistensi terhadap perubahan.

4. Kesenjangan Keterampilan dan Kompetensi

  • Deskripsi: Kesenjangan antara keterampilan yang dimiliki karyawan dan kebutuhan organisasi dapat menghambat integrasi yang efektif.
  • Dampak: Penurunan produktivitas, peningkatan waktu untuk pelatihan, dan ketidakmampuan untuk mencapai tujuan strategis.

Isu Strategis dalam Integrasi dan Disiplin SDM

1. Kebijakan dan Prosedur yang Jelas

  • Langkah Strategis: Mengembangkan kebijakan dan prosedur yang jelas, transparan, dan dapat diakses oleh semua karyawan. Memastikan bahwa kebijakan tersebut diperbarui secara teratur sesuai dengan kebutuhan organisasi.

2. Komunikasi dan Keterlibatan Karyawan

  • Langkah Strategis: Membangun platform komunikasi yang efektif, seperti forum karyawan, sesi tanya jawab, dan survei kepuasan karyawan. Melibatkan karyawan dalam proses pengambilan keputusan dan memberikan umpan balik secara terbuka.

3. Manajemen Perubahan yang Efektif

  • Langkah Strategis: Melibatkan karyawan dalam perencanaan dan pelaksanaan perubahan, menyediakan pelatihan dan dukungan yang diperlukan, serta memastikan komunikasi yang jelas tentang alasan dan manfaat perubahan.

4. Pengembangan Keterampilan dan Kompetensi

  • Langkah Strategis: Membangun program pengembangan karyawan yang komprehensif, mengidentifikasi kesenjangan keterampilan, dan menyediakan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan individu dan organisasi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Integrasi meliputi usaha menciptakan kondisi integrasi atau persamaan kepentingan antara tenaga kerja dengan organisasi, yang telah menyangkut masalah motivasi, konflik dan konseling. Integrasi merupakan fungsi operasional SDM dan kunci keberhasilan perusahaan yaitu, memanfaatkan sumber daya manusia agar bersedia bekerja dengan sungguh-sungguh berpartisipasi dalam mencapai tujuan organisasi / perusahaan dan memperhatikan kebutuhan karyawan.

Disiplin dapat meningkatkan integritas yang ditujukan kepada karyawan agar membentuk kepribadian yang jujur, rendah hati. Perkembangan disiplin ditujukan kepada pemantapan diri yang menyangkut SDM dan organisasi dalam rangka mewujudkan kwalitas yang memiliki integritas kepribadian luhur dan berakhlak mulia.

 

B. Saran

Melalui penerapan integrasi dan disiplin sumber daya manusia yang efektif, perusahaan dapat memastikan bahwa karyawan merasa terlibat, produktif, dan berkontribusi secara positif terhadap tujuan organisasi. Dengan demikian, integrasi dan disiplin sumber daya manusia tidak hanya berdampak pada kinerja bisnis, tetapi juga pada kepuasan karyawan dan citra perusahaan secara keseluruhan.

Dan penting untuk menekankan bahwa integrasi dan disiplin sumber daya manusia tidak hanya menjadi tanggung jawab departemen sumber daya manusia, tetapi juga merupakan tanggung jawab seluruh manajemen dan kepemimpinan organisasi. Dengan memprioritaskan integrasi dan disiplin sumber daya manusia, perusahaan dapat menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, produktif, dan memungkinkan pertumbuhan baik bagi individu maupun organisasi secara keseluruhan.

 


DAFTAR PUSTAKA

 

Sofyandi, Herman. Manajemen Sumber Daya Manusia. ( Yogyakarta: GRAHA ILMU. 2013).

Handoko,       T.     Hani,     Manajemen        Personalia        Dan     Sumber       Daya Manusia,           Edisi          Kedua. (Yogyakarta: BPFE.1987).

Hasibuan, Malayu S.P, Edisi Revisi, Manajemen Sumber Daya Manusia. (Jakarta: Bumi Aksar

Comments

Popular posts from this blog

LAPORAN MAGANG DI KANTOR URUSAN AGAMA PADA BAGIAN ADMINISTRASI

MAKALAH FETAL SKULL FETAL POSITIONING MEKANISME PERSALINAN PRESENTASI VERTEX (OKSIPUT ANTERIOR DAN OKSIPUT POSTERIOR)

MAKALAH “Deteksi Dini Gangguan Psikologi Pada Masa Nifas