INFORMASI PERTEMPURAN MEDAN AREA
INFORMASI
PERTEMPURAN MEDAN AREA
1. Penyebab terjadinya Peristiwa
1. Bekas
tawanan yang menjadi arogan dan sewenang-wenang.
2. Ulah
seorang penghuni hotel yang merampas dan menginjak-injak lencana merah putih.
3. Ultimatum
agar pemuda Medan menyerahkan senjata kepada Sekutu.
4. Pemberian
batas daerah Medan secara sepihak oleh Sekutu dengan memasang papan pembatas
yang bertuliskan “Fixed Boundaries Medan Area (Batas Resmi Medan Area)” di
sudut-sudut pinggiran Kota Medan.
2.
Waktu Terjadinya peristiwa
Kedatangan tentara sekutu
dan NICA ternyata memancing berbagai insiden terjadi di Hotel
yang terletak di Jalan Bali, Kota Medan, Sumatra Utara pada tanggal
13 Oktober 1945. Saat itu, seorang penghuni merampas dan menginjak-injak lencana
merah putih yang dipakai pemuda Indonesi
3. Hal – Hal yang dilakukan oleh rakyat indonesia dalam
peristiwa tersebut
Pada tanggal 1
Desember 1945, pihak Sekutu memasang papan-papan yang bertuliskan Fixed Boundaries Medan Area di berbagai sudut
pinggiran kota Medan. Sejak saat inilah istilah Medan Area menjadi terkenal.
Pertemuan di antara para Komandan
pasukan yang berjuang di Medan Area dan memutuskan dibentuk nya satu komando
yang bernama Komando Resimen Laskar Rakyat untuk memperkuat perlawanan di Kota
Medan. Setelah pertemuan para komando itu, pada tanggal 19 Agustus 1946 di
Kabanjahe telah terbentuk Barisan Pemuda Indonesia (BPI) dan berganti nama menjadi Komando Resimen Laskar Rakyat
cabang Tanah Karo, dipimpin oleh Matang Sitepu sebagai ketua umum, dan dibantu
oleh Tama Ginting, Payung Bangun, Selamat Ginting, Rakutta Sembiring, R.M. Pandiadari N.V Mas Persada Koran Karo-karo
dan Keterangan Sebayang.
Di dalam Barisan Laskar Rakyat ini
semua potensi pimpinan pemuda dengan berisan-barisan perjuangannya dirangkul
dan digabung ke dalam Barisan Pemuda Indonesia termasuk bekas Gyugun atau Heiho seperti: Djamin Ginting, Nelang
Sembiring, Bom Ginting. Sedangkan yang berasal dari Talapeta: Payung Bangun,
Gandil Bangun, Meriam Ginting, Tampe Malem Sinulingga. Sedangkan yang berasal
dari N.V. Mas Persada: Koran Karo-karo. Yang berasal dari
Pusera Medan: Selamat Ginting, Rakutta Sembiring dan Tampak Sebayang. Demikian pula dari potensi-potensi
pemuda lain seperti: Tama Ginting, Matang Sitepu
4. Pejuang yang terlibat
dalam peristiwa tersebut
berbagai laskar
rakyat yang ada dibentuk oleh pemuda seperti Pemuda Republik Indonesia Sumatera
Timur (Pesindo). Ada juga organisasi pemuda yang terafiliasi ke partai seperti
Napindo (Nasional Pelopor Indonesia) dari PNI, Barisan Merah dari PKI,
Hisbullah dari Masyumi dan Pemuda Parkindo dari Parkindo. Selain itu, banyak
dari tokoh pejuang yang berusia dibawah 30 tahun. Contohnya, Brigjend. Bedjo
dan Jend. Ahmad Tahir, 2 tokoh pejuang yang terlibat dalam Pertempuran Medan
Area yang saat itu terjadi, umur mereka masih dibawah 30 tahun.
5. Peran Pejuang dalam peristiwa tersebut
Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa peran pemuda
dalam Pertempuran Medan Area adalah :
1. Ikut
serta dalam setiap pertempuran yang terjadi
2. Pengobar
semangat rakyat untuk bertempur mempertahankan negaranya
3. Ujung
tombak bagi setiap kekuatan pasukan Republik Indonesia
6. Hasil dari peran pejuang dan rakyat indonesia dalam
peristiwa tersebut
Pertempuran Medan Area berakhir pada 15 Februari 1947
pukul 24.00 setelah ada perintah dari Komite Teknik Gencatan Senjata untuk
menghentikan kontak senjata. Sesudah itu Panitia Teknik genjatan senjata
melakukan perundingan untuk menetapkan garis-garis demarkasi yang definitif
untuk Medan Area. Dalam perundingan yang berakhir pada tanggal 10 Maret
1947 itu, ditetapkanlah suatu garis demarkasi yang melingkari kota Medan dan
daerah koridor Medan Belawan. Panjang garis demarkasi yang dikuasai oleh
tentara Belanda dengan daerah yang dikuasai oleh tentara Republik seluruhnya
adalah 8,5 Km. Pada tanggal 14 Maret 1947 dimulailah pemasangan patok-patok
pada garis demarkasi itu. Akan tetapi kedua pihak, Indonesia dan Belanda,
selalu bertikai mengenai garis demarkasi ini. Empat bulan setelah akhir
pertempuran ini, Belanda melaksanakan Operatie Product atau disebut Agresi
Militer Belanda I.
Ada beberapa akibat dari Pertempuran Medan Area ini,
yaitu :
1. Terbaginya
kawasan Medan oleh garis demarkasi
2. Perpindahan
pusat pemerintahan Provinsi Sumatera ke Pematang Siantar


Comments
Post a Comment