Agresi Mliter belanda 1


INFORMASI AGRESI MILITER BELANDA 1
1.      Penyebab Terjadinya peristiwa
Sebab Umum Agresi Militer Belanda 1
Sebab umum terjadinya Agresi Militer Belanda 1 adalah perbedaan penafsiran antara pemerintah Republik Indonesia dengan pemerintah Belanda mengenai Perjanjian Linggarjati, perundingan antara kedua belah pihak ini berlangsung di Jawa Barat dan secara sah ditandatangani oleh kedua negara pada tanggal 25 Maret 1947. Isi perjanjian linggarjati memuat 6 kesepakatan.
Sebab Khusus Agresi Militer Belanda 1
Tepat pada tanggal 15 Juli 1945, pihak Belanda melalui Van Mook mengeluarkan ultimatum kepada Republik Indonesia untuk menarik mundur pasukannya sejauh 10 km dari garis demarkasi (garis pemisah dalam sebuah perjanjian gencatan senjata). Ultimatum tersebut tentu ditolak olah pihak RI. Setelah lebih dari 100 ribu pasukan Belanda dengan peralatan modern berada di wilayah Indonesia, pihak Belanda melalui Gubernur Jederal Van Mook menyatakan tidak lagi terkait dengan Perjanjian Linggarjati.

2.      Waktu Terjadinya Peristiwa
Operatie Product" (bahasa Indonesia: Operasi Produk) atau yang dikenal di Indonesia dengan nama Agresi Militer Belanda I adalah operasi militer Belanda di Jawa dan Sumatra terhadap Republik Indonesia yang dilaksanakan dari 21 Juli 1947 sampai 5 Agustus 1947
.
3.      Hal – Hal yang dilakukan oleh Rakyat Indonesia Dalam Peristiwa Tersebut
Pada 17 Agustus 1947 Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Belanda menerima Resolusi Dewan Keamanan untuk melakukan gencatan senjata, dan pada 25 Agustus 1947 Dewan Keamanan membentuk suatu komite yang akan menjadi penengah konflik antara Indonesia dan Belanda. Komite ini awalnya hanyalah sebagai Committee of Good Offices for Indonesia (Komite Jasa Baik Untuk Indonesia), dan lebih dikenal sebagai Komisi Tiga Negara (KTN), karena beranggotakan tiga negara, yaitu Australia yang dipilih oleh Indonesia, Belgia yang dipilih oleh Belanda dan Amerika Serikat sebagai pihak yang netral. Australia diwakili oleh Richard C. Kirby, Belgia diwakili oleh Paul van Zeeland dan Amerika Serikat menunjuk Dr. Frank Graham.
Gencatan senjata akhirnya tercipta, akan tapi hanya untuk sementara. Belanda kembali mengingkari janji dalam perjanjian yang disepakati berikutnya dengan menggencarkan operasi militer yang lebih besar pada 19 Desember 1948

4.      Pejuang –Pejuang yang terlibat dalam peristiwa tersebut
1.      Kiai Haji Syatori 
2.      Bupati Agus Miftah
3.      Soetan Sjahrir
4.      Mohammad Roem
5.      Susanto Tirtoprojo
6.      A.K. Gani.
5.      Peran Pejuang
1.    Perjanjian resmi pertama yang dilakukan Belanda dan Indonesia setelah kemerdekaan adalah Perundingan LinggarjatiVan Mook bertindak langsung sebagai wakil Belanda, sedangkan Indonesia mengutus Soetan SjahrirMohammad RoemSusanto Tirtoprojo, dan A.K. Gani.
2.    Kiai Haji Syatori ,Bupati Agus Miftah
Sejarawan Brebes, Wijanarto menjelaskan, Syatori merupakan Bupati Brebes ke 17 yang dipilih oleh rakyat dari 1945 hingga Agresi Militer Belanda I di tahun 1947. Bupati Syatori menggerakkan kekuatan rakyat untuk menolak dan menghalangi kedatangan Belanda

6.      Hasil Dari Peran Pejuang dan rakyat indonesia
Setelah gencatan senjata dilakukan, kemudian pada 25 Agustus 1947 Dewan Keamanan PBB pun membentuk sebuah komite yang nantinya akan berfungsi sebagai penghubung serta penengah konflik antara Belanda dan Indonesia. Awalnya komiter tersebut hanya berfungsi sebagai Committee of Good Officer for Indonesia (Komite Jasa Baik Untuk Indonesia), namun kemudian lebih sering dikenal dengan nama Komisi Tiga Negara (KTN). Penamaan ini dikarenakan anggota dari komite tersebut hanya 3 negara, yakni Australia (ditunjuk oleh Indonesia) yang diwakilkan oleh Richard C. Kirby, Belgia (ditunjuk oleh Belanda) yang diwakili oleh Paul van Zeeland dan Amerika (ditunjuk sebagai pihak netral) yang diwakili oleh Dr. Frank Graham.
Jadi bisa dikatakan jika Agresi Militer Belanda 1 berhasil diselesaikan Indonesia dengan jalan melalui peradilan dari Dewan Keamanan PBB.
















Comments

Popular posts from this blog

LAPORAN MAGANG DI KANTOR URUSAN AGAMA PADA BAGIAN ADMINISTRASI

MAKALAH FETAL SKULL FETAL POSITIONING MEKANISME PERSALINAN PRESENTASI VERTEX (OKSIPUT ANTERIOR DAN OKSIPUT POSTERIOR)

MAKALAH “Deteksi Dini Gangguan Psikologi Pada Masa Nifas